Jakarta Selatan, inakor.id – Keputrian Al Irsyad Jakarta Selatan menggelar Talk Show dan Sharing Session sebagai bagian dari program pembinaan Muslimah muda, dengan tema “RISE & SHINE Bangun Potensi, Bersinar dengan Iman”, di HLG Creative, Jalan Bangka, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).

banner 336x280

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.30 WIB tersebut diikuti sekitar 45 peserta dari kalangan remaja dan generasi Z Jakarta. Turut hadir Ketua dan jajaran pengurus wilayah serta cabang Wanita Al Irsyad se-Jakarta.

Kegiatan yang dirancang sebagai wadah kaderisasi bagi wanita Al Irsyad Jakarta Selatan tersebut, tidak sekadar sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai media untuk memperkuat keimanan, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, serta mempererat ukhuwah antarsesama Muslimah muda.

Dua pemateri dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni Farah Nagib, pengusaha sekaligus wanita karier yang karena kesibukannya tidak dapat hadir dan diwakilkan oleh ibu kandungnya sendiri yang merupakan CEO di tempat Farah bekerja sekarang yaitu Ida Mufida Baasir dan dr. Uf Bagazi, Sp.OG. Keduanya memberikan perspektif yang berbeda dan saling melengkapi dalam membekali peserta menghadapi tantangan kehidupan sebagai perempuan muda di tengah perkembangan zaman.

Dalam pemaparannya, ibu Ida memberikan dorongan kepada para peserta agar berani mengenali dan mengembangkan potensi diri.

Menurut perspektif yang disampaikan dalam sesi tersebut, ibu Ida banyak bercerita tentang keberanian anaknya Farah dalam memutuskan untuk menikah di usia sangat muda yaitu usia 18 tahun. Pernikahan bagi Farah tidak menyurutkan keinginan untuk terus berkarir dan sekaligus membina rumah tangga yang harmonis dengan 3 anak yang masih muda dan balita.

Ibu Ida berpesan kepada keputrian agar dapat menjadi Muslimah muda di era modern dan berani untuk melangkah dan terus belajar, memiliki keterampilan, membangun kemandirian, sekaligus tetap menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam menentukan pilihan hidup.

Ibu Ida juga menekankan pentingnya membangun karakter sejak usia muda. Kemampuan akademik dan profesional, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan integritas, tanggung jawab, disiplin, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan.

Peserta diajak untuk tidak hanya menjadi generasi yang mengikuti perkembangan zaman, tetapi mampu mengambil peran dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.

Sementara itu, dr. Uf Bagazi, Sp.OG memberikan pembekalan dari perspektif kesehatan dan kehidupan perempuan. Materi yang disampaikan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran Muslimah muda mengenai pentingnya mengenali diri, menjaga kesehatan, serta memahami berbagai aspek kehidupan perempuan sejak dini.

Menurut perspektif yang disampaikan dalam sesi tersebut, kesehatan perempuan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kualitas kehidupan dan kesiapan menghadapi masa depan.

Karena itu, generasi muda perlu memiliki pengetahuan yang memadai serta tidak ragu mencari informasi dan berkonsultasi dengan sumber yang tepat ketika menghadapi persoalan kesehatan.

Kedua pemateri juga mengajak peserta untuk tidak menjadikan perkembangan teknologi dan media sosial sebagai sesuatu yang harus dihindari, melainkan sebagai ruang yang perlu dimanfaatkan secara bijak.

Generasi Z dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang karena memiliki akses luas terhadap informasi, pengetahuan, dan berbagai peluang pengembangan diri.
Namun, kemudahan tersebut juga membutuhkan kemampuan menyaring informasi, menjaga etika, serta memiliki prinsip yang kuat agar tidak mudah terbawa arus negatif.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta mendapatkan kesempatan berdialog langsung dengan pemateri, menyampaikan pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Forum tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para Muslimah muda untuk membangun jejaring pertemanan dan memperkuat ukhuwah. Interaksi antarpeserta diharapkan dapat melahirkan lingkungan yang saling mendukung dalam proses belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensi.

Bagi Keputrian Al Irsyad Jakarta Selatan, pembinaan Muslimah muda merupakan investasi penting untuk mempersiapkan generasi perempuan yang memiliki kekuatan spiritual, karakter yang baik, keterampilan, serta kepedulian sosial.

Melalui kegiatan tersebut, Keputrian Al Irsyad Jakarta Selatan berharap para peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga memiliki motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri dan berani mengambil peran di tengah masyarakat.

Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan Muslimah muda yang kuat dalam keimanan, matang dalam karakter, sehat, terampil, mandiri, dan tetap memiliki kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan kemudian ditutup dengan semangat kebersamaan dan ukhuwah. Para peserta diharapkan dapat membawa nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan tersebut untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, pekerjaan, maupun masyarakat.***

(Wawat S.)

banner 336x280