Pangandaran, inakor.id – Tokoh adat dan pegiat budaya dari berbagai daerah di Jawa Barat menggelar silaturahmi sekaligus konsolidasi pelestarian budaya di kediaman Panglima Barisan Adat Raja Sultan Nusantara (Baranusa), Yana Macan, di Lembur Kuring, Desa Babakan, Kabupaten Pangandaran, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri para pupuhu dan perwakilan masyarakat adat dari Kabupaten Pangandaran, Ciamis, Sumedang, Majalengka, Tasikmalaya, serta sejumlah daerah lainnya. Hadir pula Wakil Ketua Dewan Kebudayaan Daerah, Edi Rusmiadi.

banner 336x280

Forum tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi antarlembaga adat sekaligus membahas upaya pelestarian budaya, penguatan peran masyarakat adat, dan sinergi dalam mendukung pemajuan kebudayaan di Jawa Barat.

Panglima Barisan Adat Raja Sultan Nusantara (Baranusa), Yana Macan, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk memperkuat persaudaraan antarmasyarakat adat sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi yang diwariskan para leluhur.

“Kami merasa bangga dapat menjalin silaturahmi yang kuat dengan keluarga-keluarga adat dari Ciamis, Sumedang, Majalengka, Pangandaran, dan daerah lainnya. Pertemuan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga tradisi dan melestarikan budaya warisan para leluhur,” ujar Yana.

Menurutnya, budaya tidak hanya sebatas kesenian, tetapi juga mencakup nilai-nilai etika, tata krama, dan adab yang harus tetap dijaga sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat.

“Kita harus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budaya bangsa. Apabila budaya hancur, maka akan hilang pula sebuah peradaban. Karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus merawat dan meneruskannya kepada generasi berikutnya,” katanya.

Yana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh adat dan pegiat budaya yang hadir dalam forum tersebut. Menurutnya, kebersamaan lintas daerah menjadi modal penting untuk memperkuat eksistensi masyarakat adat di Jawa Barat.

Sementara itu, Perwakilan Lembaga Adat Cikalong Kabupaten Pangandaran, Ruspandi Noer, mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan pandangan para pelaku adat, seni, dan budaya dari berbagai daerah.

“Alhamdulillah, hari ini para pelaku adat, seni, dan budaya dari berbagai daerah di Jawa Barat dapat berkumpul dalam suasana kekeluargaan. Banyak hal yang dibahas, terutama mengenai pelestarian budaya dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat,” ujar Ruspandi.

Menurutnya, Jawa Barat memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang sangat beragam sehingga membutuhkan komitmen bersama agar tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

“Budaya merupakan pemersatu bangsa. Melalui pertemuan ini kami ingin memperkuat persaudaraan dan membangun kebersamaan demi kesejahteraan masyarakat Jawa Barat,” katanya.

Ruspandi menambahkan, masyarakat hukum adat di berbagai daerah di Jawa Barat memiliki nilai-nilai yang sama, seperti gotong royong, toleransi, serta penghormatan terhadap adat istiadat. Kesamaan tersebut diharapkan menjadi dasar memperkuat kerja sama dalam menjaga warisan budaya daerah.

Di tempat yang sama, pegiat budaya asal Kabupaten Sumedang, Andi, menegaskan masyarakat adat memiliki peran penting sebagai penjaga sekaligus pewaris nilai-nilai budaya yang diwariskan para karuhun.

“Ekosistem masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya. Nilai-nilai yang diwariskan leluhur masih dapat lestari hingga saat ini karena terus dipelihara oleh masyarakat adat,” ujarnya.

Andi mengatakan seluruh tokoh adat yang hadir berkomitmen mendukung program pemerintah dalam pemajuan kebudayaan. Namun, menurutnya, perhatian pemerintah tidak cukup hanya berfokus pada pelestarian benda atau objek budaya, tetapi juga harus memberikan perlindungan kepada masyarakat adat sebagai pelaku utama kebudayaan.

“Tanpa masyarakat adat yang memiliki komitmen meneruskan amanat leluhur, warisan budaya akan sulit dipertahankan. Karena itu, masyarakat adat perlu mendapat perhatian agar nilai-nilai budaya tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.

Melalui forum silaturahmi tersebut, para tokoh adat sepakat memperkuat sinergi antarlembaga adat di Jawa Barat dalam menjaga, melestarikan, dan mempromosikan nilai-nilai budaya Sunda sebagai bagian dari identitas budaya nasional.***

 

(Agit/ Agus Giantoro) 

banner 336x280