Pangandaran, inakor.id – Sebuah tongkang bermuatan batu bara yang ditarik Tugboat Titan 33 didamparkan di kawasan Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Selasa (17/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya darurat untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar terhadap keselamatan pelayaran dan lingkungan laut.
Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, melalui Kasat Polairud Polres Pangandaran AKP M. Anang Tri Sodikin, menjelaskan bahwa tongkang yang berlayar dari Palembang menuju Cilacap mengalami kerusakan pada bagian pintu lambung kanan sehingga air laut masuk ke dalam badan kapal.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, kerusakan pada pintu lambung kanan menyebabkan air laut masuk ke dalam tongkang. Kondisi tersebut membuat tongkang miring dan tidak stabil sehingga diperlukan langkah penanganan darurat,” ujar AKP Anang, Rabu (17/6/2026).
Ia mengatakan, keputusan pendamparan dilakukan setelah kapten kapal bersama awak melakukan berbagai pertimbangan keselamatan. Selain kondisi tongkang yang semakin berisiko, persediaan bahan bakar tugboat penarik juga mulai menipis.
“Pendamparan dilakukan secara terkendali untuk mencegah kemungkinan yang lebih buruk, seperti tongkang tenggelam di tengah laut atau menimbulkan dampak terhadap lingkungan perairan,” katanya.
Sementara itu, Kapten Tugboat Titan 33, Bahtiar, menjelaskan bahwa tongkang tersebut mengangkut sekitar 80.000 ton batu bara dengan dokumen pelayaran dan muatan yang lengkap serta sah.
“Kami memilih melakukan pendamparan karena kondisi tongkang terus memburuk. Langkah ini diambil agar tidak terjadi tenggelam di tengah laut maupun potensi pencemaran yang dapat merugikan banyak pihak,” kata Bahtiar.
Menurutnya, Pantai Sukaresik dipilih sebagai lokasi pendamparan setelah mempertimbangkan aspek keselamatan masyarakat. Kawasan tersebut dinilai relatif steril dari aktivitas wisatawan maupun nelayan sehingga proses pendamparan dapat dilakukan dengan aman.
“Lokasi ini dipilih karena tidak terdapat aktivitas wisata maupun nelayan saat proses pendamparan berlangsung, sehingga risiko terhadap masyarakat dapat diminimalkan,” ujarnya.
AKP Anang menambahkan, saat ini Sat Polairud Polres Pangandaran terus melakukan pengamanan dan pengawasan di sekitar lokasi tongkang guna mengantisipasi potensi tindak pidana, termasuk pencurian atau penjarahan muatan.
“Kami melakukan pengamanan lokasi serta berkoordinasi dengan kapten kapal, agen pelayaran, perusahaan terkait, dan masyarakat setempat untuk menjaga situasi tetap kondusif sambil menunggu proses evakuasi,” katanya.
Ia memastikan seluruh awak kapal yang berjumlah 10 orang, termasuk kapten kapal, berada dalam kondisi selamat.
“Hingga saat ini situasi terpantau aman dan kondusif. Proses evakuasi tengah dipersiapkan bersama pihak terkait untuk menjamin keselamatan pelayaran dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan laut,” pungkasnya.***
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan