Pangandaran, inakor.id – Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dari Fraksi PDI Perjuangan, Ai Nanan Handayani, menggelar kegiatan reses masa sidang II tahun 2026 di Aula Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri 42 Ketua RT, 10 Ketua RW, serta lima kepala dusun (kadus) di Desa Ciliang. Dalam reses itu, berbagai aspirasi masyarakat disampaikan, mulai dari penguatan pembangunan desa hingga penataan destinasi wisata Batuhiu.
Ai Nanan Handayani mengatakan, reses menjadi momentum untuk menyampaikan program yang telah dilaksanakan, program yang sedang berjalan, hingga rencana program ke depan di Kabupaten Pangandaran.
“Yang paling utama tentu menyampaikan program yang sudah dilaksanakan, program yang sedang berjalan, dan program yang akan dilaksanakan,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu fokus yang tengah dirumuskan pemerintah daerah bersama Fraksi PDI Perjuangan adalah penguatan desa, khususnya dalam aspek keuangan desa. Hal itu menyusul berkurangnya sejumlah sumber pendapatan desa, termasuk bantuan keuangan dari APBD Provinsi Jawa Barat.
“Ke depan ada rencana penguatan desa, terutama penguatan keuangan. Setelah bantuan keuangan dari provinsi banyak yang berkurang, pemerintah daerah harus hadir untuk menanggapi kondisi ini,” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten Pangandaran masih berada dalam tahap penyehatan APBD. Meski demikian, pihaknya tetap mendorong agar pembangunan di desa tidak terhenti.
“Kami menyadari APBD Kabupaten Pangandaran sedang dalam tahap penyehatan. Tetapi desa tidak boleh stagnan, pembangunan dan kegiatan desa harus tetap berjalan,” ungkapnya.
Ai Nanan menambahkan, penghasilan tetap (siltap) kepala desa dan perangkat desa, termasuk insentif RT, RW, Linmas, hingga kader Posyandu juga mengalami pengurangan. Namun demikian, pihaknya berharap pembayaran hak-hak tersebut tetap konsisten diterima setiap bulan.
“Walaupun dana desa berkurang, kita ingin tetap konsisten dan kontinu tiap bulan diterima, baik siltap maupun tambahan penghasilan lainnya,” tambahnya.
Ia menuturkan, dana desa yang saat ini diterima sebagian besar sudah dialokasikan untuk program tertentu sehingga anggaran pembangunan menjadi sangat terbatas.
“Sekarang dana desa tinggal sekitar Rp370 juta dan sudah diplot untuk berbagai kebutuhan. Untuk pembangunan hanya sekitar Rp59 jutaan, tentu sangat kecil,” jelasnya.
Karena itu, lanjut dia, DPC PDI Perjuangan, fraksi DPRD, dan Bupati Pangandaran tengah merumuskan skema bantuan keuangan desa yang bersumber dari APBD Kabupaten Pangandaran.
“Bagaimana nanti ada bantuan keuangan ke desa-desa untuk pembangunan, supaya desa tidak stagnan. Kasihan kalau desa tidak membangun dan tidak ada kegiatan,” tandasnya.
Selain persoalan pembangunan desa, dalam reses tersebut juga mengemuka usulan penataan destinasi wisata Batuhiu. Penataan kawasan wisata itu diharapkan mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat Desa Ciliang melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi warga sekitar.**
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan