Pangandaran, inakor.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran bersama DPRD terus mematangkan konsep relokasi pedagang di kawasan wisata. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi intensif dan penyamaan data dengan berbagai pihak, termasuk kelompok ATV, agar proses penataan berjalan tertib dan adil.
Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, menyampaikan bahwa saat ini pemerintah daerah masih dalam tahap komunikasi dan sosialisasi lanjutan. Hal ini dilakukan karena sosialisasi sebelumnya baru menyasar sebagian pedagang, khususnya yang akan direlokasi ke kawasan Nanjung Sari, Pantai Barat, Pangandaran.
“Kita sedang menyamakan konsepsi bersama teman-teman DPRD Kabupaten Pangandaran. Selanjutnya, kita akan berkomunikasi dan bersosialisasi dengan pihak ATV, karena sebelumnya sosialisasi baru dilakukan kepada pedagang yang akan direlokasi ke Nanjung Sari,” ujar Citra, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, rencana penataan mencakup penertiban pedagang yang berada di luar kawasan Nanjung Sari untuk kemudian diarahkan kembali menempati kios yang telah disediakan. Sementara itu, sebagian area di luar kawasan tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai titik relokasi bagi pelaku usaha ATV.
“Pedagang yang berada di luar Nanjung Sari nantinya akan masuk kembali ke kios. Adapun sebagian area di luar itu akan digunakan untuk relokasi ATV, terutama di barisan terdekat. Kita siapkan beberapa titik sebagai lokasi relokasi sementara,” jelasnya.
Lebih lanjut, Citra menyebutkan sejumlah lokasi yang saat ini disiapkan untuk relokasi, di antaranya Nanjung Sari, Nanjung Asri, dan kawasan Pondok Seni. Namun demikian, penempatan akhir masih menunggu hasil verifikasi data bersama pihak terkait.
“Nanti kita lihat setelah bertemu dengan teman-teman ATV untuk menyamakan data. Jika masih ada kekurangan tempat, akan kita siapkan lagi lokasi yang representatif dan sesuai dengan kondisi saat ini,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah juga akan mempertimbangkan aspek keadilan, termasuk bagi pedagang yang telah memiliki atau membeli tempat sebelumnya.
“Perkembangannya akan terus kita lihat. Yang jelas, penataan ini kita lakukan agar lebih tertib, adil, dan mendukung kenyamanan kawasan wisata,” pungkasnya.**
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan