Pangandaran, inakor.id — Karang Taruna Desa Cintaratu resmi menggelar turnamen sepak bola antar-desa tingkat Kabupaten Pangandaran bertajuk Bina Mandiri Cup 2026. Kompetisi ini dipusatkan di Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi, dan diikuti oleh 32 klub perwakilan desa, Sabtu (18/4/2026).
Turnamen yang dijadwalkan berlangsung selama 30 hari tersebut langsung mendapat sambutan tinggi dari berbagai kalangan, khususnya aparat desa dan pemuda. Antusiasme peserta bahkan melampaui kuota yang telah ditentukan panitia.
Camat Parigi, Ruhandi, menyebut tingginya minat peserta menjadi indikator kuat bahwa sepak bola masih menjadi olahraga yang sangat diminati di tingkat desa.
“Turnamen ini berskala kabupaten dengan peserta antar-desa. Antusiasmenya luar biasa, bahkan jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia. Ke depan, kami berharap bisa digelar lebih besar agar lebih banyak desa terlibat,” ujar Ruhandi.
Panitia menerapkan regulasi ketat dalam pelaksanaan kompetisi, khususnya terkait domisili pemain. Setiap tim diwajibkan menurunkan pemain asli dari desa masing-masing sebagai upaya menjaga semangat kompetisi berbasis wilayah sekaligus mendorong pembinaan talenta lokal.
Kepala Desa Cintaratu, Hernayadi, berharap pelaksanaan turnamen dapat berjalan lancar hingga selesai tanpa hambatan berarti.
“Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar tanpa ada halangan. Kita ingin semua pihak bisa menikmati turnamen ini dengan aman dan tertib,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai kebersamaan di tengah kompetisi.
“Apa yang diikhtiarkan dalam hati tentu ingin menang, tapi silaturahmi jangan sampai kita abaikan. Itu yang paling penting,” tambah Hernayadi.
Ketua Karang Taruna Desa Cintaratu selaku penyelenggara menjelaskan bahwa turnamen ini tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga sebagai wadah pembinaan generasi muda.
“Nama Bina Mandiri Cup diambil dari identitas Karang Taruna kami. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan sekaligus melahirkan pemain-pemain potensial dari desa,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, turnamen ini memperebutkan piala bergilir dan total uang pembinaan sebesar Rp15 juta. Juara pertama akan menerima Rp7 juta, disusul juara kedua Rp5 juta, sementara posisi ketiga dan keempat ditetapkan sebagai juara bersama. Panitia juga menyediakan penghargaan individu bagi pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak.
Selain aspek kompetitif, panitia menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga kondusivitas selama pertandingan berlangsung.
Melalui penyelenggaraan Bina Mandiri Cup secara berkelanjutan, diharapkan pembinaan sepak bola di Kabupaten Pangandaran semakin berkembang serta mampu mencetak atlet yang berprestasi hingga tingkat regional maupun nasional.**
(AW/ AG)



Tinggalkan Balasan