Sumedang.inakor.id- Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menjadi keynote speaker dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Sumedang di Aula Tampomas Setda, Kamis (16/4/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat peran pendamping dan pelaksana program dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Acara diikuti oleh para koordinator, pendamping PKH, serta pemangku kepentingan terkait dengan penuh antusias.

Bupati Dony menegaskan, posisi pendamping PKH sangat strategis bagi pemerintah dan negara dalam mewujudkan tujuan bernegara, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengentaskan kemiskinan. Menurutnya, SDM PKH merupakan salah satu instrumen penting karena para pendamping hadir langsung berhadapan dengan keluarga penerima manfaat yang berasal dari kelompok masyarakat kurang mampu.

banner 336x280

“Tujuan bernegara adalah menyejahterakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. Instrumen untuk mewujudkan itu di antaranya adalah SDM PKH, karena para pendamping hadir langsung berhadapan dengan penerima program yang notabene masyarakat kurang beruntung,” ujarnya.

Bupati menambahkan, sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan penerima manfaat, para pendamping PKH memiliki peran menentukan dalam keberhasilan program. Oleh karena itu, seluruh langkah dan kegiatan yang dilakukan harus berorientasi pada pencapaian tujuan yang jelas. “Semua harus dimulai dari tujuan. Jika sudah memahami tujuan, maka setiap yang dilakukan harus berdampak pada pencapaian tujuan tersebut,” kata Bupati Dony.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan bagi SDM PKH, khususnya dalam mengukur dampak dari pendampingan yang telah dilakukan. Menurutnya, indikator keberhasilan harus jelas dan didukung oleh data yang akurat. “Harus jelas indikator keberhasilan keberadaan dan jika sudah berhasil harus ditunjang dengan data by name by address,” ujarnya.

Bupati mendorong agar SDM PKH terus meningkatkan kemampuan, keilmuan, serta kapasitas diri. Selain menambah pengetahuan, para pendamping juga diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan metode baru dalam upaya pengentasan kemiskinan. “Setelah pengetahuan bertambah, harus diikuti dengan inovasi atau cara-cara baru untuk mengentaskan kemiskinan dan memperbaiki pelaksanaan tugas,” tuturnya.

Bupati menekankan, SDM pendamping PKH harus memiliki dua kriteria utama, yakni kompetensi dan kolaborasi. Kompetensi mencakup empat dimensi, yaitu pengetahuan, pengalaman, jaringan, dan integritas. Sementara itu, kolaborasi diwujudkan melalui kerja sama dengan berbagai perangkat daerah maupun lembaga lainnya guna memperkuat efektivitas program.

“Orang disebut kompeten ketika memiliki pengetahuan, pengalaman, jaringan, dan integritas. Sedangkan kolaborasi adalah melakukan kerja sama dengan berbagai dinas atau lembaga lain,” katanya.

banner 336x280