Pangandaran, inakor.id – Kabupaten Pangandaran mencatat peningkatan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Sarlan, mengatakan lonjakan tersebut dipengaruhi lamanya masa libur serta daya tarik destinasi wisata pantai yang dinilai nyaman dan bersih.

Hal itu disampaikan Sarlan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/4/2026). Menurutnya, libur panjang dimanfaatkan wisatawan untuk tinggal lebih lama di Pangandaran. Selain itu, karakter wisata yang santai menjadi faktor pendorong peningkatan kunjungan.

banner 336x280

“Liburannya cukup panjang dan ada season tertentu yang dimanfaatkan pengunjung. Pangandaran juga menawarkan wisata yang santai, pantainya bersih, sehingga wisatawan cenderung lebih lama tinggal,” ujarnya.

Dari sisi jumlah kunjungan, terjadi peningkatan sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya. Ia menyebutkan, pada 2025 tercatat sekitar 450 ribu wisatawan, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi sekitar 520 ribu wisatawan.

“Capaiannya ada peningkatan sekitar 20 sampai 30 persen. Tahun 2025 sekitar 450 ribu orang, sementara 2026 ini sekitar 520 ribu orang,” kata Sarlan.

Kontribusi signifikan juga datang dari momentum libur panjang termasuk peringatan Jumat Agung. Pada periode tersebut, jumlah kunjungan mencapai hampir 120 ribu wisatawan dalam satu hari.

“Jumat Agung di luar prediksi kita semua, kunjungannya hampir 120 ribu orang. Dengan momentum itu, target yang diharapkan bisa terdongkrak,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya masih menghadapi sejumlah kendala, terutama wisatawan yang masuk melalui jalur alternatif sehingga berpotensi mengurangi potensi retribusi. Selain itu, pembayaran non-tunai melalui QRIS juga sempat mengalami hambatan akibat gangguan sinyal.

“Masih ada wisatawan yang masuk melalui jalan alternatif. Kemudian pembayaran non-tunai seperti QRIS juga terkendala sinyal sehingga prosesnya agak lambat,” tambahnya.

Untuk mengoptimalkan pendapatan, Bapenda akan memperkuat pengawasan serta meningkatkan infrastruktur pendukung. Sarlan menekankan pentingnya pengawasan terhadap sumber daya manusia agar sistem yang telah dibangun berjalan maksimal.

“Sistem dan alat sudah berjalan, tinggal pengawasannya. Kalau SDM-nya lemah, tentu harus terus kita awasi agar hasilnya optimal,” tegasnya.

Hingga triwulan pertama 2026, realisasi pendapatan retribusi wisata telah mencapai sekitar 40 persen dari target tahunan sebesar Rp55 miliar. Sarlan optimistis target tersebut dapat tercapai, mengingat Pangandaran masih menjadi destinasi unggulan masyarakat, khususnya dari Jawa Barat.

“Triwulan pertama sudah 40 persen dari target Rp55 miliar. Kami optimistis Pangandaran tetap menjadi idola dan kunjungan akan terus meningkat, terutama setiap akhir pekan,” pungkasnya.**

 

(AW/ AG)

banner 336x280