Sumedang.inakor.id – Sumedang Puseur Budaya Sunda menjadi daya ungkit meningkatkan etos kerja warga Sumedang dalam mewujudkan cita-citanya. “Sumedang adalah Puseur Budaya Sunda. Mengandung makna bagaimana kita harus melestarikan nilai-nilai budaya Sunda,” kata Bupati Dony Ahmad Munir saat menonton Jabar Etno Festival 2025 di Lapang PPS, Selasa Malam (4/11/2025).
Menurutnya, budaya menjadi arus utama pembangunan di Kabupaten Sumedang. “Dari pondasi kami mewujudkan visi misi Sumedang Simpati Semakin Maju Menuju Indonesia Emas 2045. Pondasi kami untuk mewujudkan visi misi. Agama, budaya dan teknologi,” kata Dony.
Dony menyampaikan, rasa terimakasih Sumedang menjadi tuan rumah Jabar Etno Fest. “Terima kasih, Sumedang ditunjuk menjadi tuan rumah Jabar Etno Festival ini membuka ruang-ruang bagi para seniman budayawan di Sumedang. Saya harap tiap tahun dilaksanakan di Sumedang,” katanya.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat Retno Raswaty menyebutkan, Jabar Etno Fest menjadi platform budaya rumah besar bagi seluruh warisan budaya Jawa Barat. “Anak-anak muda akan tumbuh berkolaborasi mengembangkan berbagai unsur seni tradisi dan kearifan lokal. Sehingga mereka bisa saling berdialog dan saling menginspirasi,” katanya.
Retno menjelaskan, pengambilan nama Etno menegaskan prinsip keberagaman dan keberlanjutan. “Ini merupakan suatu hal yang harus dipastikan. Dimana semua eleman warisan elemen Budaya Jawa Barat mulai dari kesenian, batik dan lainnya mendapatkan ruang untuk bersinar, beradaptasi, relevan dengan konteks kehidupan kontenporer,” jelasnya.
Dalam Jabar Etno Fest tersebut menampilkan Drama Musikal “Kabayan Masagi” Petualangan Jejak Si-Kabayan dengan Kolaborasi 300 penampil dari perwakilan sanggar seni Jawa Barat.
Kabayan Masagi mengangkat kisah Kabayan dan nilai Masagi dari tradisi lisan Sunda. Penampilan Kabayan Masagi. Diawali dengan penampilan teatrikal musikal tari yang menampilkan, kaulinan babatokan yang mensimbolkan menumbuhkan jiwa sauyunan antar sesama. Dalam teatrikal musikal tersebut juga ditampilkan kesenian tradisional dan moderen lainnya.



Tinggalkan Balasan