Kota Bandung, inakor.id –
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyatakan siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan DPRD Jawa Barat dalam menjawab berbagai isu strategis. Mulai dari pendidikan, infrastruktur, hingga pengelolaan sampah.

Hal ini tergambar pada saat Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Saat menerima kunjungan reses anggota DPRD Jawa Barat Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar 1 Tedy Rusmawan Di Balai Kota Bandung, Jumat 25 Juli 2025.

banner 336x280

Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Tedy Rusmawan menyoroti keterbatasan akses pendidikan jenjang SMA dan SMK di Kota Bandung.

Ia mengingatkan, terakhir kali pembangunan sekolah tingkat provinsi di Bandung terjadi pada 2006, yakni SMAN 27.

“Provinsi membuka peluang pembangunan jika ada lahan dari Pemkot Bandung. Kami sudah lihat potensi lahan di Bandung Kulon, bahkan sudah ada bangunan yang terbengkalai,” ujar Tedy.

Tedy juga menyampaikan hasil reses sebelumnya di Rancasari, kebutuhan SMA cukup mendesak.

“Di Riung Bandung ada lahan dua hektare milik Pemkot, ini bisa di optimalkan. Dulu sempat di ajukan saat masa Pj, sekarang harus di perkuat oleh wali kota definitif,” tambahnya.

Dalam isu lingkungan, Tedy menyampaikan perkembangan proyek TPPAS Legok Nangka yang di rencanakan groundbreaking pada 2026 dan selesai 2029.

“Sementara itu, Sarimukti di buka zona baru seluas 6 hektar, namun hanya bertahan dua tahun. Saat ini jatah Kota Bandung hanya 1.000 ton per hari,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui masih banyak titik blank spot pendidikan, terutama di kawasan timur dan utara kota.

“Saya memang mendapat amanat untuk memperkuat sekolah swasta. Untuk sementara, bantuan ke sekolah swasta jadi prioritas. Misalnya untuk SMP swasta, kita bantu biaya operasional Rp4 juta dan biaya personal Rp8 juta per siswa per tahun. Sayangnya, ini baru bisa di realisasikan di tahun 2026,” ujar Farhan.

Terkait pengelolaan sampah, Farhan menyatakan, Pemkot Bandung siap kapan saja TPPAS Legok Nangka mulai beroperasi. Namun, kekhawatiran terbesar justru datang dari kondisi TPA Sarimukti.

“Saat ini Bandung masih mengandalkan sistem angkut buang. Kalau Sarimukti bermasalah, kita harus sangat siap,” ujarnya.

Terkait Teras Cihampelas, Farhan mengatakan, akan di lakukan uji struktur terlebih dahulu, khususnya segmen dua.

“Renovasi kami tunda, akan dicek ulang dan kalau memungkinkan kita masukkan saat revisi APBD,” jelasnya.

Ia menyebut, Pemkot Bandung juga tengah mempercantik kawasan pedestrian di bawah Teras Cihampelas melalui pengecatan ulang dan pemasangan lampu hias. **

Suryana.
Sumber: Diskominfo Kota Bandung.

banner 336x280