Bandung, inakor.id – Brand parfum lokal asal Bandung, The Eden, tampil menonjol dalam ajang Jagat Aroma Bandung 2025. Yang di gelar di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, pada 6–8 Juni 2025. Acara bertema “The Largest Aroma Exhibition in West Java” ini menjadi magnet bagi pelaku dan pecinta industri wewangian di Tanah Air.
Di bawah naungan PT. Taman Eden Indonesia, The Eden menarik perhatian pengunjung dengan dua produk unggulan mereka: Life of Water dan Scent of Eve. Keduanya merupakan parfum premium yang di racik dari bahan-bahan alami khas Indonesia, menampilkan kekayaan aroma tropis nusantara dalam kemasan modern.
Stan The Eden juga mendapat kunjungan istimewa dari Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Irene Umar. Ia mengapresiasi keunikan dan kualitas produk lokal tersebut, sekaligus menyatakan dukungan penuh terhadap pelaku industri kreatif muda.
“The Eden adalah contoh nyata bagaimana potensi lokal bisa di olah dengan kreatif hingga memiliki nilai tambah tinggi. Ini patut di apresiasi,” ujar Irene Umar saat di temui di lokasi pameran.
Rey Abraham, menjelaskan, bahwa brand The Eden, menjelaskan bahwa produk-produk yang ia ciptakan terinspirasi dari keindahan dan ketenangan alam Indonesia.
“Kami ingin setiap aroma dari The Eden menjadi pengalaman emosional yang membekas. Bukan sekadar wangi, tapi juga sarana untuk menyatu dengan alam dan budaya Indonesia,” tuturnya.
Dalam waktu yang sama Pemilik Perusahaan PT. Taman Eden Indonesia, Viktor Moses menyampaikan, bahwa menurutnya tak hanya mempromosikan produk. Viktor Moses juga memberikan motivasi kepada pengunjung muda, terutama milenial Bandung berusia 22 tahun ke bawah. Ia mengajak mereka untuk berani memulai bisnis di sektor ekonomi kreatif.
“Di usia muda, kita punya energi dan kreativitas besar. Inilah saat yang tepat untuk berinovasi dan membangun sesuatu yang bermakna,” ujar Viktor Moses dalam sesi bincang santai di stan pameran.
Selanjutnya menurut Rey, dukungan dari pemerintah sangat penting dalam mengembangkan potensi anak muda di bidang industri kreatif. Ia menyebut bahwa Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, patut berbangga. Karena semakin banyak generasi muda di Bandung yang berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak muda Bandung bisa bersaing di pasar global tanpa meninggalkan akar budaya. Ini bentuk kontribusi kami untuk Jawa Barat,” katanya.
Viktor Moses menambahkan, ia berharap Bandung bisa menjadi pusat parfum lokal yang di akui dunia. Serta menginspirasi kota-kota lain dalam mengembangkan produk berbasis potensi daerah.***
Suryana.



Tinggalkan Balasan