Aceh Tenggara, inakor.id — Polres Aceh Tenggara (Agara) didesak untuk mengungkap aktor intelektual di balik insiden pengeroyokan terhadap korban Abdusamad simpatisan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara nomor urut 1 H.M. Salim Fakhri dan dr Heri Al Hilal (SAH) yang membuat korban Abdusamad terpaksa dirujuk berobat ke salah satu rumah sakit di kota Medan.
Diduga, insiden pengeroyokan tak terjadi secara spontanitas. “Dua orang tersangka saja yang ditangkap dan dimintai pertanggungjawaban tak cukup,” kata Denny Febrian Roza, Sekretaris Tim Pemenangan Paslon SAH, Minggu 27/10/2024 di Kutacane.
Dikatakan Denny Febrian Roza, penyerangan tersebut nyata-nyata terorganisir dan diduga kuat digerakkan oleh aktor intelektual, karena atas pengakuan korban, pada saat korban dianiaya, salah seorang pelaku berinisial M melakukan Vidio Call dengan Raidin Pinim Calon Bupati Aceh Tenggara nomor urut 2, setelah itu pelaku inisial M kemudian melakukan Vidio Call dengan salah satu pejabat di Bandan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Aceh Tenggara yang berinisial ZK. Pertanyaannya, kalau tidak ada apa-apa, kenapa pelaku ini melakukan Vidio Call dengan kedua oknum tersebut, tanya Denny heran.
Penyidik Polres Agara harus segera memanggil dan memeriksa Raidin Pinim Cabup RASA dan pejabat BPKD Agara berinisial ZK tersebut dan menyita semua hp mereka. Untuk membuat terang kasus ini, pihak Polres Agara harus segera meminta rekaman suara atau Vidio Call antara pelaku inisial M dengan kedua oknum itu kepada pihak TELKOMSEL, pungkas Denny Febrian Roza mengakhiri. [Amri Sinulingga]



Tinggalkan Balasan