Pangandaran, inakor.id – KOTI Mahatidana Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Pangandaran, bereaksi atas tindakan yang dilakukan oknum preman kepada Sekjen Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Arif Rahman.

Komandan KOTI Pemuda Pancasila Kabupaten Pangandaran, Iwan Mblug mengatakan, dirinya beserta anggota Koti yang lain siap berangkat ke Jakarta menyusul kejadian yang tidak mengenakan kepada Sekjen MPN Pemuda Pancasila, Arif Rahman oleh oknum preman di Gedung Menara Kadin Jakarta.

banner 336x280

“Marwah Organisasi Pemuda Pancasila harus dijaga, dan Koti adalah Garda terdepan yang akan langsung membela siapapun yang mengganggu Pemuda Pancasila,” tegasnya, Rabu (18/09/2024).

Saat ini KOTI Mahatidana MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pangandaran, sedang melakukan konsolidasi untuk mempersiapkan pemberangkatan ke Jakarta.

Sementara itu, Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pancasila Kabupaten Pangandaran Eko Suwartono, merestui dan mendukung langsung langkah yang akan dilakukan KOTI Mahatidana.

“Ya untuk berangkat ke Jakarta membela sekjen MPN Arif Rahman yang dikeroyok oleh oknum preman di Gedung Menara Kadin Jakarta,” ujarnya

Selaku Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pangandaran mendukung, apapun langkah yang akan dilakukan oleh KOTI Mahatidana.

“Demi membela marwah organisai kita. Siapapun yang mengganggu Pemuda Pancasila Tubruk aja dulu, urusan hukum belakangan,” tandasnya

Sekadar informasi, Ketua Bidang Polhankamnas MPN Pemuda Pancasila, Ir. Phiala Simanjuntak menyampaikan, telah terjadi interpretasi yang dialami Staf Khusus Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, Arief Rahman yang juga Sekjen Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila di Menara KADIN, Jakarta pada Senin malam (16/09/2024).

“Insiden tersebut terjadi akibat tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh Umar Kei. Pengeroyokan pada Arif terjadi saat dia melakukan upaya mediasi pembebasan Kantor Kadin di Lantai 3, Menara Kadin,” kata Phiala Simanjuntak kepada wartawan, Rabu (18/09/2024).

Phiala Simanjuntak sebagai Ketua Bidang Polhankamnas MPN Pemuda Pancasila menghimbau agar semua kader maupun anggota PP seluruh Indonesia menahan diri.

“Banyak kader maupun anggota didaerah yang menghubungi saya perihal peristiwa yang menimpa Sekjen dan bahkan banyak anggota yang marah atas peristiwa tersebut,” ungkap Phiala Simanjuntak.

Namun dia meminta, kepada seluruh kader dan anggota di daerah yang akan masuk Jakarta agar secara bijak menahan diri dan menunggu instruksi Ketua Umum Bapak Japto S. Soejosoemarno.

“Untuk itu, kami Mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menangani kasus ini dengan cepat dan transparan dan dalam 2×24 jam polisi harus berhasil menangkap pelaku pemukulan Sekjen MPN Pemuda Pancasila, Arif Rahman yang notabene Staf Khusus Ketum KADIN. jika tidak diperintahkan oleh pihak kepolisian, “Pemuda Pancasila akan melakukannya sendiri,” tegasnya (*)

banner 336x280