Aceh Timur, inakor.id – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, Minggu berlangsung meriah dan tertib. Namun di balik kemeriahan, ada pemandangan unik yang membuat awak media dan warga terheran-heran.
Pantauan awak media suasana kantor pemerintahan tempat berlangsungnya acara terlihat bersih, rapi, dan penuh nuansa merah putih. Tapi ketika mata melirik ke arah bangunan, justru muncul pertanyaan kocak: “Ini peninggalan Belanda atau bukan?”
Seorang pegawai yang ditanya awak media hanya tersenyum kecut dan menjawab pendek: “Ngak tau saya pak, no komen.” Jawaban itu justru memantik tawa jurnalis sekitar, karena seakan-akan bangunan itu menyimpan rahasia sejarah yang tak ingin dibongkar.
Meski begitu, semangat kemerdekaan tetap terasa kuat. Warga antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari upacara hingga berbagai perlombaan. Hanya saja, gedung kecamatan yang digunakan seakan ikut berpartisipasi dengan cat yang bagus , dinding retak, dan atap yang tampak mengeluh karena berat usia.
“Acara jalannya bagus, meriah sekali. Cuma bangunannya kantor camat aja yang kayaknya lebih tua dari peserta upacara,” ujar seorang jurnalis sambil tertawa.
Dengan demikian, HUT RI ke-80 di Darul Aman tidak hanya meninggalkan cerita tentang semangat nasionalisme, tapi juga kisah lucu tentang gedung kantor Camat (“misterius”) yang entah peninggalan Belanda atau hanya korban lupa renovasi atau di bangun baru.
(Hendrika/Jimbrown)



Tinggalkan Balasan