Pangandaran, inakor.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran mencatat capaian positif pada realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2026. Hingga 6 April 2026, realisasi PBB telah mencapai Rp2,2 miliar dari target tahunan sebesar Rp25 miliar.
Kepala Bidang PBB Bapenda Kabupaten Pangandaran, Yana Rodiana, mengatakan capaian tersebut mengalami peningkatan signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pada 6 April 2025, realisasi PBB-P2 baru mencapai Rp689 juta.
“Kalau dibandingkan dengan tahun 2025 pada tanggal yang sama, kita mengalami peningkatan sekitar Rp1,5 miliar. Alhamdulillah, tahun ini capaian kita lebih baik,” ujar Yana, Selasa (7/4/2026).
Ia menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari kinerja para petugas pemungut pajak yang ditempatkan di setiap desa.
“Capaian saat ini tidak terlepas dari kinerja para petugas pemungut yang kami tempatkan di setiap desa, sehingga realisasi PBB bisa tumbuh lebih baik dibanding tahun sebelumnya,” katanya.
Ia menjelaskan, pihaknya menerapkan sejumlah strategi untuk mengoptimalkan penerimaan PBB, di antaranya melalui monitoring dan evaluasi (monev) kinerja petugas yang ditempatkan di setiap desa. Setiap desa, kata dia, kini memiliki satu petugas Bapenda yang bertugas mengawal proses pemungutan pajak.
Selain itu, Bapenda juga melakukan inovasi dalam distribusi dan pengelolaan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT), khususnya untuk objek pajak dengan nilai di atas Rp2 juta yang ditangani langsung oleh petugas di kantor.
“Tujuannya untuk memastikan SPPT sampai tepat kepada wajib pajak, mengetahui waktu pembayarannya, serta menjawab jika ada pertanyaan dari wajib pajak. Dengan begitu, kami bisa memonitor secara langsung,” jelasnya.
Meski demikian, Yana mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam proses pemungutan, terutama terkait validasi data objek dan subjek pajak yang memengaruhi tingkat ketertagihan.
“Ada beberapa data yang memang perlu kami validasi kembali, khususnya terkait ketertagihan. Jadi selain optimalisasi pemungutan, kami juga fokus pada perbaikan data SPPT,” katanya.
Yana berharap tren positif ini dapat terus dijaga hingga akhir tahun, sehingga realisasi PBB-P2 2026 dapat melampaui capaian tahun sebelumnya sekaligus mendekati target yang telah ditetapkan.
“Mudah-mudahan pertumbuhan ini bisa kami jaga sampai akhir tahun, sehingga realisasi PBB 2026 bisa lebih optimal,” pungkasnya.**
(AW/ AG)



Tinggalkan Balasan