Kota Bandung, inakor.id – Pagelaran Seni Budaya Dramatari Nyi Sumur Bandung di gelar dengan meriah di Padepokan Seni Mayang Sunda, Jalan Peta No. 209 Kota Bandung, Senin (1/12/2025).
Acara yang menampilkan kisah legenda Sunda tersebut menghadirkan para pelaku seni, tokoh budaya, serta jajaran pemerintahan Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, H. Muhammad Farhan, hadir langsung di dampingi jajaran pemerintah kota. Turut hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dis budpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, tokoh masyarakat, budayawan, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Muhammad Farhan menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya pagelaran tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi gelaran Dramatari Nyi Sumur Bandung ini. Kegiatan seperti ini bukan hanya hiburan, tetapi bentuk nyata pelestarian budaya warisan para leluhur,” ujarnya.
Farhan menegaskan bahwa seni dramatari merupakan salah satu aset budaya yang harus di jaga dan di wariskan kepada generasi berikutnya agar tidak hilang di telan zaman.
“Seni dramatari adalah kekayaan intelektual dan identitas budaya yang harus terus di jaga. Ini tanggung jawab kita bersama untuk memastikan generasi mendatang tetap mengenal dan bangga terhadap budaya Sunda,” tambahnya.
Kepala Dis budpar Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, dalam kesempatan tersebut juga memberikan apresiasi kepada para seniman yang terlibat.
“Kami bangga melihat komitmen para pelaku seni yang terus berupaya menghadirkan karya berkualitas. Dramatari Nyi Sumur Bandung adalah bentuk kecintaan kita pada budaya lokal,” ujarnya.
Adi juga memberikan imbauan agar masyarakat semakin aktif dalam mendukung kegiatan budaya daerah.
“Kami berharap masyarakat Kota Bandung, terutama generasi muda, semakin dekat dengan seni tradisi. Mari kita jaga dan lestarikan bersama, karena budaya adalah jati diri kita,” tegasnya.
Acara di lanjutkan dengan pentas utama Dramatari Nyi Sumur Bandung, yang mengisahkan legenda perempuan tangguh dalam budaya Sunda. Gerak tari yang anggun, perpaduan musik tradisional, serta tata artistik yang memikat membuat para undangan terpukau.
Selama pementasan berlangsung. Suasana di Padepokan Seni Mayang Sunda tampak khidmat dan penuh kekaguman. Para tamu undangan memberikan apresiasi meriah atas penampilan para penari dan musisi yang tampil dengan penuh penghayatan.
Pagelaran seni budaya ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat identitas budaya Sunda di Kota Bandung. Pemerintah berharap kegiatan serupa terus di gelar untuk menjaga kelestarian seni tradisional.***
Suryana



Tinggalkan Balasan