PALU, inakor.id – Dalam perjalanan hidup, terkadang seseorang tidak pernah mengetahui bagaimana kabar orang-orang yang pernah begitu dekat dengannya, meskipun telah berpisah puluhan tahun lamanya.

Waktu berjalan, jarak terbentang, dan kehidupan membawa masing-masing pada arah yang berbeda.

banner 336x280

Hal inilah yang dialami oleh Jamaludin dan Jumari, dua alumni SMP Samboja Gunung Malang. Bertemu di Palu Sulawesi Tengah (Sulteng). Rabu (11/2/2026).

Sekolah tersebut berlokasi di Jalan Sayid Usman Alkaf, Kelurahan Sei Seluang Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Sejak kelulusan mereka pada tahun 1982, keduanya tidak pernah bertemu kembali. Lebih dari tiga dekade berlalu tanpa kabar, tanpa perjumpaan, seolah waktu memisahkan kisah persahabatan mereka begitu saja.

Namun, takdir akhirnya mempertemukan kembali Jamaluddin dan Jumari setelah kurang lebih 45 tahun berpisah.

Pertemuan tersebut menjadi momen yang tak terduga sekaligus penuh haru.

Pertemuan secara fisik itu pun tidak dapat dipungkiri membawa kembali kenangan lama. Obrolan demi obrolan mengalir, mengingatkan mereka pada masa-masa SMP yang penuh cerita.

Kenangan indah dan manis semasa sekolah kembali terlintas di benak. Mulai dari suasana kelas, gurauan ringan, hingga kebersamaan yang dahulu terasa begitu sederhana namun bermakna.

Keduanya pun saling bertanya tentang keadaan dan kondisi teman-teman sebaya mereka dahulu. Rasa penasaran muncul tentang bagaimana kehidupan masing-masing setelah sekian lama berpisah.

Tak ketinggalan, ingatan tentang teman-teman lawan jenis yang dulu menjadi idola kelas juga ikut mencuat. Kenangan polos masa remaja itu menghadirkan senyum dan tawa.

Pertemuan Jamaludin dan Jumari menjadi bukti bahwa persahabatan sejati tidak pernah benar-benar hilang. Meski waktu memisahkan, kenangan dan ikatan masa lalu tetap hidup dalam ingatan. (Jamal)

banner 336x280