MALANG, INAKOR.ID — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi S1 Bisnis Digital, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital di dunia pendidikan.25/10/2025
Melalui kegiatan bertajuk “Pengembangan Keterampilan Social Media Marketing untuk Mendukung Branding Sekolah”, tim dosen UNESA hadir di SMA Hasanuddin Wajak, Kabupaten Malang, untuk memberikan pelatihan dan pendampingan dalam strategi pemasaran digital yang kreatif dan efektif.
Kegiatan yang digelar pada Selasa (17/06/2025) mulai pukul 07.00 WIB ini diikuti dengan antusias oleh para guru dan siswa. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah, Ratna Faradisa, M.Pd., yang menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi produktif antara sekolah dan perguruan tinggi.
“Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas digital guru dan siswa kami. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal bagi penguatan branding sekolah di era digital,” ujar Ratna dalam sambutannya.
Tim PKM UNESA diketuai oleh Dr. Muhammad Fachmi, S.E., M.M., dengan anggota dosen Nadia Nur Thahirrah, S.E., M.SM., Dr. Ratih Amelia, S.E., M.M., Fresha Kharisma, S.E., M.SM., dan Ika Diyah Candra Arifah, S.E., M.Com.
Program ini dirancang secara partisipatif dan aplikatif, memadukan teori pemasaran digital dengan praktik langsung di lapangan agar peserta dapat segera mengimplementasikannya dalam kegiatan promosi sekolah.
Materi utama disampaikan oleh Nadia Nur Thahirrah, S.E., M.SM., dosen muda Program Studi S1 Bisnis Digital UNESA, yang membahas berbagai aspek social media marketing. Materi meliputi pembuatan konten kreatif (poster, reels, dan caption edukatif), pemanfaatan aplikasi desain digital seperti Canva dan CapCut, strategi penggunaan hashtag dan peningkatan engagement, serta penjadwalan konten dan analisis insight di platform seperti Instagram dan Facebook.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi guru dan siswa dalam bidang social media marketing. Dengan kemampuan ini, sekolah dapat membangun citra positif melalui promosi digital yang efektif, sekaligus membekali siswa dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan era digital,” jelas Nadia.
Sementara itu, Ketua Tim PKM Dr. Muhammad Fachmi, S.E., M.M., menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem pendidikan digital yang berkelanjutan.
“Melalui kegiatan PKM ini, kami ingin membantu sekolah-sekolah agar lebih siap menghadapi tantangan era digital. Guru dan siswa tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga kreator konten yang mampu memperkuat citra positif sekolah,” ungkap Fachmi.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan kesempatan langsung untuk mempraktikkan pembuatan konten promosi sekolah, yang kemudian diunggah ke akun resmi media sosial SMA Hasanuddin Wajak. Hasil karya mereka menunjukkan kreativitas tinggi, kolaborasi solid, serta pemahaman baru terhadap strategi branding digital — menjadi modal penting dalam memperkuat eksistensi sekolah di ranah digital.
Melalui pelatihan ini, SMA Hasanuddin Wajak diharapkan mampu memanfaatkan potensi media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang efektif, sekaligus menjadi contoh sekolah adaptif di tengah arus transformasi digital pendidikan.
Reporter: Team Mnji



Tinggalkan Balasan