PANGANDARAN, INAKOR.ID – Penolakan terhadap proyek pembangunan muara baru oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy di kawasan Karangtirta terus menguat.

Forum Masyarakat Pesisir (FMP) Kabupaten Pangandaran kembali menyuarakan keberatannya. FPP Kabupaten Pangandaran menyebut proyek senilai Rp80 miliar tersebut berpotensi lebih banyak mendatangkan mudarat dibanding manfaat.

banner 336x280

Forum Masyarakat Pesisir yang terdiri dari HNSI, ketua-ketua KUD Mina, Balawista, dan berbagai organisasi nelayan serta masyarakat pesisir lainnya, memaparkan sejumlah dampak lingkungan dan sosial yang mereka anggap sangat mengkhawatirkan.

Tiga Dampak Serius Proyek BBWS di Karangtirta:

1. Ancaman Banjir di Sungai Citinjong

Menurut Forum, pembangunan muara baru justru mempercepat masuknya air laut ke arah hulu. Ketika laut pasang dan hujan turun bersamaan, arus balik bisa menutup aliran Sungai Citinjong, meningkatkan risiko banjir di kawasan lahan pertanian penduduk.

2. Pencemaran Air Tawar dan Kerusakan Sawah

3. Ancaman Ambruknya Jembatan Wiradinata

Juru Bicara Forum Masyarakat Pesisir Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, air laut yang masuk ke sungai dan bercampur dengan air tawar akan menyebabkan intrusi air asin, menciptakan air payau yang berbahaya bagi lahan pertanian.

“Jika air payau ini mengalir ke sawah, tanaman padi masyarakat akan rusak,” ujarnya, Kamis (29/5/2025).

Arus deras dari laut yang tidak terkendali berpotensi menggerus fondasi Jembatan Wiradinata, yang menjadi salah satu akses vital masyarakat pesisir.

“Tanpa jaminan teknis, jembatan ini bisa terancam runtuh,” tandas Jeje

Forum Masyarakat Pesisir menuntut agar proyek segera dihentikan sementara, hingga ada kajian komprehensif yang benar-benar menjamin tidak adanya dampak buruk terhadap lingkungan maupun masyarakat.

“Kami meminta pemerintah daerah memanggil BBWS Citanduy untuk duduk bersama masyarakat. Kami perlu mediasi yang adil, bukan keputusan sepihak,” tegas Jeje

Forum juga mempertanyakan tujuan dan manfaat proyek tersebut, yang menurut mereka belum pernah dijelaskan secara terbuka kepada publik.

“Sampai sekarang, tidak jelas apa sebenarnya manfaat proyek ini. Yang kami lihat justru potensi kerusakan yang besar. Jangan sampai uang negara dipakai untuk sesuatu yang justru menyengsarakan rakyat,” ucap Jeje

Forum menyatakan akan terus menggalang dukungan dan bahkan telah berencana berkonsultasi dengan Susi Pudjiastuti, tokoh nasional asal Pangandaran yang dikenal vokal terhadap isu-isu kelautan dan lingkungan.

“Jika tidak ada tanggapan serius, kami tidak menutup kemungkinan untuk menggelar aksi besar dan membawa persoalan ini ke tingkat pusat,” pungkas Jeje (*)

banner 336x280