SERANG, INAKOR.ID – Bawaslu Provinsi Banten Penguatan Kelembagaan Bawaslu melalui pengawasan partisifatif untuk mewujudkan Pemilu dan Pemilihan yang Demokarasi yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Ratu Kota Serang Selasa (02/9/2025)

Ali Faisal , S.H,.M.H.,M.E Ketua Bawaslu provinsi Banten ,”mengatakan Pemilu 2024 telah usai, namun ruang evaluasi dan perbaikan regulasi menuju pemilu berikutnya masih terbuka lebar. Bawaslu menegaskan pentingnya momentum ini untuk memperkuat demokrasi, khususnya dalam menghadapi tantangan Pemilu Lokal (Pilkada) yang akan berlangsung dua tahun setelah Pemilu Nasional 2029, sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135.

banner 336x280

Sekarang waktunya kita menjaring isu dan opini dari masyarakat sebanyak-banyaknya, untuk kemudian dikoreksi dalam regulasi. Memang belum ada arahan resmi dari KPU maupun Bawaslu pusat, tetapi diskusi publik ini sangat penting sebagai masukan,” ujar Ali Faisal , S.H,.M.H.,M.E Ketua Bawaslu provinsi Banten dalam forum evaluasi pemilu di tingkat provinsi.

Beberapa catatan yang mengemuka dalam diskusi evaluasi tersebut antara lain menyangkut efektivitas kelembagaan, kinerja Sentra Gakkumdu, potensi politik uang, serta ancaman politisasi SARA, hoaks, dan ujaran kebencian.

“Semua itu bagian dari bahan evaluasi. Apalagi pelanggaran berbasis media sosial elektronik semakin marak. Kita akan tindak sesuai aturan,” tegasnya.

Pemilih Muda Jadi Kunci

Bawaslu juga menyoroti dominasi pemilih muda dalam daftar pemilih tetap (DPT). Berdasarkan data, 61,61 persen pemilih berada pada klaster usia muda.

“Pemilu bukan urusan orang dewasa saja. Pemilih pemula harus diberikan pendidikan politik yang sehat agar punya kesadaran dan tidak apatis. Kampus, sekolah, hingga komunitas anak muda seperti BEM mahasiswa dan organisasi pelajar perlu dilibatkan dalam sosialisasi,” jelasnya Ali faisal .

Menurutnya, strategi ini penting agar anak muda memahami demokrasi sebagai jalur memilih pemimpin bangsa. “Ini bagian dari proses pendewasaan berbangsa dan bernegara. Demokrasi sehat harus terus dirawat,” tambahnya.

Momentum Perbaikan Regulasi

Diskusi yang diikuti berbagai elemen masyarakat itu juga menekankan pentingnya keterlibatan publik dalam menyempurnakan regulasi.

“Pemilu masih punya jeda waktu cukup panjang. Ini saat yang tepat untuk memperbaiki aturan main, agar Pilkada dan Pemilu berikutnya bisa lebih berkualitas,” pungkasnya.

(Rohim)

banner 336x280