Sumedang.inakor.id – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir melepas pelaksanaan Program Alumni Pejuang Digital yang digagas oleh alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Gedung Negara, Selasa (7/4/2026). Sebanyak 48 orang alumnus LPDP lulusan S2 dan S3 akan mengajar di sekolah dasar (SD). Mereka mengajar untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus mempercepat transformasi digital, khususnya di jenjang sekolah dasar. Para relawan merupakan lulusan S2 dan S3 dari berbagai perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri, yang siap berkontribusi langsung di lapangan.
Bupati Dony menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada para alumni LPDP yang akan melaksanakan pengabdian di Kabupaten Sumedang. “Terima kasih kepada para alumni LPDP yang telah hadir untuk mengabdi. Kehadiran bapak dan ibu membawa perubahan dan harapan baru bagi Kabupaten Sumedang,” ujarnya.
Dony menjelaskan, program pengabdian ini merupakan langkah strategis dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital. “Kehadiran para alumni ini menjadi motivasi bagi kami. Program ini akan menginspirasi, memberikan motivasi, serta mengajarkan anak-anak untuk berpikir kritis dan memahami digitalisasi,” tambahnya.
Dijelaskan Dony, Pemerintah Kabupaten Sumedang telah memiliki komitmen kuat melalui Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) yang mencakup empat pilar utama, yaitu transformasi kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, serta transformasi digital. “Kehadiran para Alumni Pejuang Digital ini sangat selaras dengan arah kebijakan tersebut. Saya harap dapat menjadi motor penggerak transformasi digital di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Menurutnya, para guru di Sumedang juga akan mendapatkan dampak positif dari program tersebut, sehingga mampu membangun ekosistem pembelajaran yang lebih baik, adaptif, dan berkembang. “Saya yakin ini akan bermanfaat dalam membangun ekosistem belajar yang kuat, yang pada akhirnya berdampak pada kemajuan pendidikan di Kabupaten Sumedang,” katanya.
Bupati Dony menegaskan, program ini menjadi awal dari gerakan pengabdian yang lebih luas sebagai gerakan perubahan dan harapan bagi masyarakat Sumedang. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi melalui kegiatan “Jembatan Ilmu”, yang mempertemukan pengetahuan global dengan potensi lokal di desa-desa. “Kami ingin ada pertemuan pengetahuan antara dunia global dengan desa. Ini menjadi jembatan ilmu yang akan memperkaya wawasan masyarakat,” jelasnya.
Untuk mendukung keberhasilan program, Dony meminta para camat, kepala desa, serta sekolah-sekolah di Sumedang untuk berperan aktif. “Saya minta para camat memastikan para alumni hebat ini memiliki rasa aman dan nyaman, serta memaksimalkan kolaborasi dengan sekolah dan desa agar proses belajar bersama berjalan optimal,” tegasnya.
Melalui program ini, diharapkan ilmu yang dimiliki para alumni LPDP dapat diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat, sehingga memberikan dampak langsung bagi Kabupaten Sumedang.



Tinggalkan Balasan