DENPASAR, INAKOR.ID — Kiprah generasi muda dalam membangun masyarakat terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya ditunjukkan oleh Victor Moses, Ketua Umum Bermula Indonesia yang aktif menggagas program pengembangan keterampilan masyarakat, khususnya kalangan anak muda, melalui kegiatan pendidikan gratis dan berbagai aksi sosial.

Berbekal semangat pemberdayaan masyarakat, Victor berupaya menghadirkan program-program yang tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar masyarakat memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.

banner 336x280

Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah kursus bahasa Inggris gratis selama satu bulan di Kota Bandung. Kegiatan tersebut diikuti oleh 60 peserta yang mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris tanpa harus terbebani biaya kursus.

Program serupa kemudian kembali digelar di Kota Denpasar, Bali. Dalam kegiatan tersebut, Victor membuka kursus bahasa Inggris gratis secara intensif yang diikuti oleh 20 peserta.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk upaya memperluas akses pendidikan nonformal bagi masyarakat, terutama generasi muda yang ingin meningkatkan kemampuan diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Melalui penguasaan bahasa Inggris, peserta diharapkan memiliki bekal tambahan untuk menghadapi persaingan di dunia pendidikan, pekerjaan, maupun perkembangan ekonomi yang semakin terbuka.

Selain bergerak dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, Victor Moses juga menunjukkan perhatian terhadap persoalan publik yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Baru-baru ini, ia menyuarakan pendapat mengenai persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali, khususnya di Kota Denpasar. Isu tersebut disampaikan melalui akun media sosial Instagram @victormosesid dan mendapatkan perhatian luas dari warganet.

Unggahan Victor dilaporkan telah ditonton lebih dari 100.000 kali. Perhatian terhadap unggahan tersebut juga disebut menjangkau anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Ni Luh Djelantik.

Respons tersebut memperlihatkan bagaimana media sosial dapat menjadi salah satu sarana bagi masyarakat, termasuk kalangan anak muda, untuk menyampaikan aspirasi serta mengangkat persoalan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian publik.

Bagi generasi muda, kepedulian terhadap persoalan di lingkungan sekitar merupakan bagian penting dari partisipasi masyarakat. Aspirasi yang disampaikan secara terbuka dapat menjadi pintu masuk bagi dialog, perhatian pemangku kepentingan, dan upaya mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Di samping menjalankan kegiatan sosial melalui Bermula Indonesia, Victor Moses juga mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Garda Pemuda NasDem Kota Denpasar.

Keterlibatannya dalam organisasi kepemudaan dan politik menjadi salah satu ruang untuk mengembangkan partisipasi generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut arah gerakan yang dibangunnya, keterlibatan dalam organisasi tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas politik, tetapi juga perlu diwujudkan melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan energi dan potensi yang dimiliki generasi muda, berbagai kegiatan pemberdayaan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat serta membuka ruang partisipasi yang lebih luas.

Selain itu, Victor juga terlibat dalam kepengurusan Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Provinsi Bali dengan menjabat sebagai Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga.

Peran tersebut memperluas keterlibatannya dalam kegiatan kepemudaan, olahraga, serta kehidupan sosial dan kemasyarakatan di Bali.

Keberadaan organisasi kepemudaan dan lembaga kemasyarakatan dapat menjadi wadah untuk membangun kolaborasi, memperkuat solidaritas, serta mendorong generasi muda agar berkontribusi secara positif di lingkungannya.

Ke depan, Victor Moses berencana mengembangkan lebih banyak program gratis yang berorientasi pada peningkatan keterampilan masyarakat, khususnya di Kota Denpasar.

Program yang direncanakan tidak hanya berfokus pada kegiatan yang bersifat sementara, tetapi juga diarahkan pada pembentukan kemampuan atau skill yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para peserta.

Pendekatan tersebut menempatkan pengembangan kapasitas individu sebagai salah satu bagian penting dalam pemberdayaan masyarakat. Dengan keterampilan yang memadai, generasi muda diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri, memperluas peluang, dan lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

Upaya tersebut juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari komunitas, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, program pengembangan keterampilan diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan semata, melainkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kiprah Victor Moses menjadi gambaran keterlibatan seorang anak muda dalam sejumlah ruang pengabdian, mulai dari pendidikan nonformal, penyampaian aspirasi publik, hingga aktivitas organisasi.

Tantangan berikutnya adalah memastikan berbagai inisiatif tersebut dapat berjalan secara konsisten, menjangkau lebih banyak penerima manfaat, dan menghasilkan dampak yang terukur bagi masyarakat Kota Denpasar. Dengan demikian, semangat kepemudaan dapat diwujudkan melalui program nyata yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.***

(Wawat S)

banner 336x280