Pangandaran, inakor.id – Angka hampir Rp2 miliar dalam proposal rangkaian Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran menjadi perhatian. Ketua Panitia Milangkala ke-14 Pangandaran, Aep Haris, menjelaskan bahwa angka tersebut bukan seluruhnya merupakan anggaran baru yang disiapkan khusus untuk perayaan Hari Jadi.

Aep yang juga menjabat Asisten Daerah III Kabupaten Pangandaran mengatakan, total kebutuhan sebesar Rp1.993.252.050 merupakan akumulasi berbagai kegiatan yang ditempatkan dalam rangkaian Milangkala.

banner 336x280

Menurutnya, sebagian kegiatan tersebut merupakan program rutin yang sebelumnya telah memiliki alokasi anggaran pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

“Jadi sebenarnya acara Milangkala-nya justru tidak ada anggaran. Tidak ada anggaran dari Pemda acara Milangkala yang sebenarnya yang puncak ini. Cuma terkesan seperti besar, padahal itu kegiatan rutin di SKPD yang kita tarik ke acara Milangkala,” kata Aep, Kamis (1/10/2026).

Dalam proposal yang beredar, total kebutuhan rangkaian Milangkala tercantum sebesar Rp1.993.252.050. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp839,07 juta tercatat sebagai alokasi APBD, sedangkan sekitar Rp1,15 miliar atau 57,9 persen direncanakan berasal dari sumber non-APBD atau sponsorship.

 

Kegiatan Rutin OPD Masuk Rangkaian Milangkala

Aep menjelaskan, sejumlah program OPD dihimpun dalam rangkaian Milangkala karena peringatan Hari Jadi ke-14 Kabupaten Pangandaran dikemas dalam agenda selama 14 hari.

Salah satunya kegiatan kesenian kuda lumping yang sebelumnya direncanakan berlangsung menjelang Desember. Kegiatan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam rangkaian Milangkala.

“Misalnya kuda lumping, awalnya akan digelar menjelang Desember tapi kita tarik untuk meramaikan agenda Milangkala. Itu sudah ada anggarannya dari kegiatan untuk promosi wisata,” ujarnya.

Selain kegiatan kesenian dan promosi pariwisata, sejumlah program di bidang pendidikan, kesehatan dan keagamaan juga masuk dalam rangkaian tersebut.

Di sektor pendidikan, berbagai perlombaan yang telah menjadi program Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) turut dimasukkan dalam agenda Milangkala.

Begitu pula sejumlah kegiatan Dinas Kesehatan, seperti perlombaan antar-kecamatan, antar-puskesmas dan kegiatan posyandu.

“Di Disdik ada kegiatan perlombaan-perlombaan yang memang itu sudah bagian program. Nah, kita masukkan. Termasuk di Dinkes ada kegiatan lomba antar kecamatan, antar-puskesmas, posyandu,” tutur Aep.

 

Hari Santri dan Rapat Paripurna Juga Masuk

Rangkaian Milangkala juga mencakup sejumlah kegiatan keagamaan, seperti peringatan Hari Santri, pengajian dan ziarah makam tokoh.

Menurut Aep, beberapa agenda di DPRD Kabupaten Pangandaran juga ditempatkan sebagai bagian dari rangkaian Milangkala, termasuk rapat paripurna beserta kegiatan pendukungnya.

“Rapat paripurna termasuk penyambutannya yang biasa ada dekorasi dan lain-lain. Kita tarik juga sebagai bagian dari acara Milangkala. Jadi itu sudah ada penganggarannya,” jelasnya.

Dengan demikian, menurut penjelasan panitia, angka Rp1,99 miliar dalam proposal merupakan akumulasi berbagai kegiatan yang dikemas dalam satu rangkaian Milangkala, bukan semata-mata biaya untuk acara puncak.

 

Acara Puncak Didukung Sponsor

Untuk sejumlah kebutuhan acara puncak, panitia mengandalkan dukungan dari pihak ketiga.

Aep menyebut Bank BJB dan Bank Indonesia (BI) memberikan dukungan untuk beberapa kebutuhan kegiatan. Dukungan tersebut, kata dia, tidak seluruhnya diberikan dalam bentuk uang tunai kepada panitia.

“BJB langsung bayar, enggak lewat kita. Jadi kita enggak menerima fresh money dari BJB,” katanya.

Salah satu bentuk dukungan BJB adalah pembiayaan penampilan artis dalam agenda Harmoni Pangandaran.

Aep menyebut Letto sebagai salah satu artis yang tersedia dan mengatakan pihak BJB menawarkan dukungan untuk membiayai penampilan tersebut.

“Sementara kita Letto yang tersedia. Dan mungkin BJB juga berkenan untuk membayar, memang BJB yang menawarkan,” ujarnya.

Nilai penampilan artis tersebut, menurut Aep, diperkirakan berada pada kisaran Rp150 juta hingga Rp200 juta. Pembayaran dilakukan langsung oleh pihak sponsor.

“Artis BJB mau bayar dua. BJB langsung, enggak lewat kita,” tambahnya.

 

BI Sediakan Panggung dan Fasilitas UMKM

Selain BJB, Bank Indonesia disebut memberikan dukungan berupa penyediaan panggung serta fasilitas bagi sekitar 30 pelaku UMKM.

“BI juga berkenan untuk menyediakan panggung semua, termasuk mungkin tenda-tenda untuk sekitar 30 UMKM yang ber-AC. Semua itu dibiayai oleh BI,” kata Aep.

Menurutnya, pembayaran kebutuhan tersebut juga dilakukan langsung oleh BI kepada pihak ketiga.

“BI panggung itu mereka yang langsung dengan pihak ketiganya langsung, enggak lewat kita. Jadi BI membayar langsung,” ungkapnya.

Aep mengatakan, skema tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan acara puncak tanpa seluruh pembiayaannya dibebankan kepada anggaran pemerintah daerah.

 

Transparansi Sumber Pembiayaan

Struktur pembiayaan tersebut berkaitan dengan proposal Milangkala yang mencantumkan total kebutuhan Rp1.993.252.050, dengan sekitar Rp839,07 juta dari APBD dan sekitar Rp1,15 miliar dari sumber non-APBD atau sponsorship.

Aep menegaskan, kebutuhan yang tidak memiliki anggaran khusus dari pemerintah daerah berada pada acara puncak, termasuk penampilan artis dalam Harmoni Pangandaran.

“Yang tidak ada anggarannya itu untuk acara hari puncak, termasuk di acara malam Harmoni Pangandaran itu ada artis. Setelah kami ada penawaran dari teman-teman di BJB, oke kita fasilitasi ini,” jelasnya.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa angka Rp1,99 miliar dalam proposal mencakup berbagai kegiatan yang berlangsung dalam rangkaian Milangkala, termasuk program rutin OPD yang sebelumnya telah memiliki anggaran.

Di sisi lain, pencantuman sumber pembiayaan secara terbuka tetap penting agar masyarakat dapat membedakan antara anggaran kegiatan pemerintah yang telah tersedia dengan dukungan pihak ketiga untuk kebutuhan tertentu.

Informasi mengenai pihak pemberi dukungan, bentuk dukungan, nilai barang atau jasa, serta mekanisme pencatatan dan pertanggungjawabannya juga menjadi bagian penting dalam transparansi penyelenggaraan kegiatan.

Dengan demikian, angka Rp1,99 miliar dalam proposal tidak secara otomatis menunjukkan besaran dana yang seluruhnya dikeluarkan khusus untuk acara puncak Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran.***

 

(Agit/ Agus Giantoro)

banner 336x280