Pangandaran, inakor.id – Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, merupakan salah satu desa yang memiliki sejarah panjang. Keberadaannya bahkan disebut telah tercatat sejak sekitar tahun 1860, ketika pemerintahan Hindia Belanda masih berlangsung.

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Cikalong Ruspandi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/9/2026).

banner 336x280

Menurut Ruspandi, pada masa tersebut wilayah Cikalong masih sangat luas. Sejumlah wilayah yang kini telah menjadi desa tersendiri masih menjadi bagian dari Cikalong.

“Yang saya tahu dan jelas, dari tahun 1860 Desa Cikalong itu sudah ada. Waktu itu namanya Dongkol. Kalau sekarang mungkin kepala desa, dulu disebut punduh atau ketua padukuhan,” ujar Ruspandi.

Ia menuturkan, salah satu tokoh yang dikenal dalam sejarah awal pemerintahan Cikalong adalah Eyang Praja Wijaya Diningrat. Tokoh tersebut disebut berasal dari lingkungan Mataram dan memimpin Cikalong pada sekitar tahun 1860.

Pada masa itu, pemerintahan desa masih menggunakan sistem yang berbeda dengan pemerintahan desa saat ini. Istilah punduh atau pemimpin padukuhan digunakan untuk menyebut tokoh yang menjalankan pemerintahan di wilayah tersebut.

 

Silsilah pemerintahan Desa Cikalong terpampang sebagai catatan sejarah perjalanan kepemimpinan desa dari generasi ke generasi. Foto : Agit/ Inakor
Silsilah pemerintahan Desa Cikalong terpampang sebagai catatan sejarah perjalanan kepemimpinan desa dari generasi ke generasi. Foto : Agit/ Inakor

 

Seiring berjalannya waktu, wilayah Cikalong kemudian mengalami perkembangan dan pemekaran. Salah satunya adalah terbentuknya Desa Sukaresik yang menurut Ruspandi terjadi sekitar 10 Juli 1979, pada masa kepemimpinan Mu’min Winita Harja.

Setelah pemekaran tersebut, pemerintahan Desa Cikalong kemudian dilanjutkan oleh sejumlah kepala desa. Di antaranya Haji Karnaen pada sekitar 1980-an, kemudian Koceng Suherman, Siplin Sutisna, Maman dan Upang.

Ruspandi kemudian terpilih menjadi Kepala Desa Cikalong melalui proses demokrasi desa sekitar tahun 2020.

 

Menyimpan Cerita Masa Perjuangan

Sejarah Cikalong tidak hanya berkaitan dengan pemerintahan desa. Wilayah tersebut juga menyimpan cerita tentang masa perjuangan dan pergolakan setelah Indonesia merdeka.

Ruspandi menyebut, Cikalong pernah menjadi salah satu wilayah yang memiliki pengaruh kuat gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII).

Pada sekitar tahun 1950-an, terjadi konflik yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Sejumlah pemuda Cikalong disebut gugur dalam berbagai peristiwa pada masa tersebut.

“Di Cikalong ada pahlawan desa yang gugur waktu perang. Mereka menjaga desa. Kalau ada serangan dari luar, mereka yang memberi tahu kepada penduduk,” katanya.

Menurut Ruspandi, terdapat sekitar 14 pemuda Cikalong yang gugur. Mereka kemudian dikenang sebagai pahlawan lokal karena ikut menjaga masyarakat dan wilayah desa.

Setiap 17 Agustus, masyarakat juga mengenang para pejuang tersebut melalui kegiatan di makam pahlawan lokal.

Selain itu, perjalanan sejarah Cikalong juga bersinggungan dengan masa pemerintahan Hindia Belanda dan pendudukan Jepang. Sejumlah pemuda Cikalong disebut pernah terlibat dalam pembangunan jalur kereta api, sementara pada masa pendudukan Jepang ada pula pemuda yang menjadi Heiho.

Bagi Ruspandi, berbagai catatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Cikalong yang perlu terus diceritakan kepada generasi berikutnya.

“Ini sejarah singkat. Kalau sebetulnya panjang,” ujarnya.***

 

(Agit/ Agus Giantoro)

banner 336x280