Pangandaran, inakor.id – Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda (GP) Ansor dimaknai sebagai ajang refleksi menyeluruh, baik secara struktural maupun kultural, untuk memperkuat kembali arah perjuangan organisasi.
Refleksi tersebut menitikberatkan pada upaya kembali kepada khittah perjuangan para muassis dan masyayikh Nahdlatul Ulama, dengan menegaskan pentingnya menjadikan ilmu sebagai landasan utama dalam berpikir, berbicara, dan bertindak.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pangandaran, Muhlis Nawawi Aziz, menegaskan bahwa momentum Harlah ke-92 ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi titik evaluasi sekaligus penguatan komitmen kader dalam menjalankan peran strategis di tengah masyarakat.
“Momentum Harlah ke-92 ini menjadi refleksi bagi kita semua, baik secara struktural maupun kultural, untuk kembali ke khittah perjuangan para muassis dan para masyayikh Nahdlatul Ulama. Ansor harus mampu berpikir dengan ilmu, berbicara dengan ilmu, dan bergerak dengan ilmu,” ujar Muhlis, Jumat (24/4/2026).
Dalam periode kepemimpinannya, lanjut Muhlis, PC GP Ansor Pangandaran menetapkan tiga fokus utama yang akan menjadi arah gerak organisasi ke depan.
Pertama, Madrosatul Ilmi, yakni menjadikan Ansor sebagai pilar keilmuan. Hal ini diwujudkan melalui penguatan kapasitas kader, peningkatan literasi, serta pengembangan ruang-ruang diskusi yang produktif dan berkelanjutan.
Kedua, Madrosatus Siyasah, yaitu menjadikan Ansor sebagai pilar dalam bidang politik dan kebijakan. Dalam hal ini, kader Ansor didorong untuk memiliki kesadaran politik yang matang, aktif dalam proses kebijakan publik, serta mampu mengawal kepentingan umat secara konstruktif.
Ketiga, Madrosatut Tujar, yang berfokus pada penguatan ekonomi keumatan. Ansor diharapkan mampu menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi melalui pengembangan usaha kader, kewirausahaan, serta pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
Muhlis menambahkan, ketiga fokus tersebut menjadi strategi utama dalam membangun organisasi yang adaptif, progresif, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.
“Dengan tiga pilar ini, kami ingin memastikan Ansor tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga mampu hadir memberikan solusi nyata di bidang keilmuan, kebijakan, dan ekonomi umat,” pungkasnya.**
(AW/ AG)



Tinggalkan Balasan