PALU, inakor.id – Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD APDESI) Merah Putih Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam menyukseskan Program Strategis Nasional (PSN) di Bumi Tadulako. Selain fokus pada akselerasi pembangunan, organisasi wadah para kepala desa ini juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan Kepolisian dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Ketua DPD APDESI Merah Putih Sulawesi Tengah, Ahyan H. Landu, dalam keternaganya, belum lama ini, menyatakan bahwa keberadaan asosiasi ini memiliki visi tunggal, yaitu menyelaraskan arah pembangunan desa dengan visi besar pemerintah pusat. Hal ini dilakukan demi mewujudkan pemerataan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput.
“Kami di APDESI Merah Putih Sulawesi Tengah siap mengawal dan memastikan setiap Program Strategis Nasional, mulai dari swasembada pangan, penguatan infrastruktur desa, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga program Makan Bergizi Gratis, berjalan tepat sasaran di seluruh desa di Sulteng,” tegasnya.
Selain itu, Ahyan H. Landu, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Ampibabo, menyatakan bahwa akselerasi Ekonomi melalui Koperasi Desa merupakan salah satu pilar utama dukungan APDESI Merah Putih adalah percepatan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Koperasi ini bukan sekadar unit usaha, tapi urat nadi ekonomi baru yang akan memotong rantai distribusi pangan. Kami memastikan Dana Desa dikelola secara transparan untuk membangun gerai-gerai yang nantinya menjadi pusat layanan kebutuhan pokok masyarakat,” tambahnya.
Dalam sinergi Kamtibmas untuk Stabilitas Pembangunan, Ahyan melajutkan bahwa APDESI Merah Putih Sulteng, menekankan bahwa stabilitas keamanan adalah prasyarat mutlak bagi keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu, seluruh jajaran kepala desa di bawah naungan APDESI Merah Putih diinstruksikan untuk aktif berkolaborasi dengan Polsek maupun Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.
“Pembangunan tidak akan berjalan maksimal tanpa situasi yang kondusif. Kami bersinergi menjaga Kamtibmas, menangkal isu hoaks, dan mencegah potensi konflik sosial di tingkat desa. Desa harus menjadi basis pertahanan keamanan yang kuat sekaligus motor ekonomi yang mandiri,” tutuonya. (***)



Tinggalkan Balasan