Kota Bandung, inakor.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung dari Fraksi Nasdem, Dr. dr. Agung Firmansyah Somatri Sp.PD., KHOM., MMRS., FINASIM, melaksanakan Reses I Masa Sidang Tahun 2024–2025. Yang bertempat di Taman Rafflesia, RW 014, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Senin (24/11/2025).

Kegiatan tersebut di hadiri oleh perwakilan Kelurahan Sukapura, ketua RW, tokoh masyarakat, pengurus DKM, kader PKK dan Posyandu, Karang Taruna. Serta warga dari berbagai wilayah Kelurahan Sukapura.

banner 336x280

Dalam forum reses ini, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi yang meliputi: Penanganan sampah dan isu lingkungan hidup, Peningkatan fasilitas bagi pelaku UMKM, Permasalahan pendidikan. Serta akses program PIP/KIP, Layanan kesehatan dan BPJS, Penyediaan sarana bermain anak, Infrastruktur wilayah dan kebutuhan pembangunan lainnya

Dr. Agung menegaskan bahwa pelaksanaan reses merupakan bagian dari kewajiban konstitusional anggota legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Reses adalah bentuk tanggung jawab kami untuk hadir di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan warga. Dan membawa aspirasi tersebut ke dalam proses penyusunan program pembangunan, baik fisik maupun nonfisik,” ujar Agung.

Pada kesempatan tersebut, tim Dr. Agung juga menyampaikan informasi terkait program pelayanan masyarakat yang dilaksanakan setiap hari Minggu di area Car Free Day (CFD) Buah Batu. Program tersebut meliputi:
Pemeriksaan kesehatan gratis,
Konsultasi kesehatan, Konsultasi hukum tanpa biaya.

Selain itu, Agung memperkenalkan aplikasi “Brothers – Biro Aspirasi Dokter Agung Somatri”, yang dapat di unduh melalui Google Play. Aplikasi ini di sediakan sebagai sarana penyampaian aspirasi, pelaporan masyarakat, serta akses layanan darurat.

Salah satu warga, yang juga menjabat sebagai Ketua Koperasi Merah Putih Sukapura, Marwanto, menyampaikan kendala terkait distribusi minyak dan kebutuhan akses khusus dari BUMN. Dr. Agung menyatakan akan menindaklanjuti hal tersebut melalui koordinasi dengan instansi terkait.

Terkait bidang pendidikan, sejumlah warga mempertanyakan penghentian bantuan PIP/KIP. Agung menjelaskan bahwa ketidaksesuaian atau perubahan data sosial (DTKS) sering menjadi faktor penghambat. Ia mendorong masyarakat untuk memastikan pembaruan data di lakukan di tingkat kelurahan maupun Dinas Sosial.

Adapun persoalan layanan kesehatan, khususnya perpindahan peserta dari BPJS Mandiri ke Penerima Bantuan Iuran (PBI), juga menjadi perhatian warga. Agung menekankan pentingnya kelengkapan dokumen seperti SKTM dan validasi data sosial sebagai syarat utama.

Sebagai dokter spesialis penyakit dalam, Agung turut memberikan edukasi kesehatan kepada warga mengenai pencegahan penyakit kronis, pengelolaan pola hidup sehat. Serta pemanfaatan pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas. Beberapa warga memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi langsung terkait kondisi kesehatan mereka.

Menutup kegiatan, Dr. Agung menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Dapil II.

“Tidak boleh ada wilayah yang tertinggal. Setiap aspirasi warga akan kami perjuangkan sesuai mekanisme dan kewenangan DPRD,” tegasnya.

Acara reses di tutup dengan doa bersama, sesi tanya jawab, ramah tamah, dan sesi foto bersama warga.

Suryana

banner 336x280