SERANG, INAKOR.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang melakukan kegiatan pelatihan penanggulangan bencana yang menjadi peserta karyawan Hotel Mambruk Anyar Kecamatan Anyar Kabupaten Serang Anyer, Senin (20/10/2025).
Priyo, Pelaksana Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Serang,”
mengatakan yang menjadi fokus utama pada potensi bencana gempa bumi, tsunami, dan megathrust di wilayah pesisir Kabupaten Serang,”jelasnya
Priyo berharap bahwa pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah nyata dalam membangun kesiapsiagaan di kawasan wisata pesisir yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana alam, Tsunami dan megatrust.
Kita fokuskan pada potensi gempa bumi, tsunami, dan megathrust yang belakangan ini menjadi perhatian serius bagi BPBD Kabupaten Serang.
Wilayah Kecamatan Anyar dan Cinangka memiliki potensi cukup tinggi terhadap ancaman tersebut.
Lebih lanjut Priyo menjelaskan, berdasarkan data dan pemodelan BPBD, jika terjadi gempa berkekuatan 8 magnitudo di laut, gelombang tsunami bisa mencapai ketinggian dua meter di Anyer, dan bahkan lebih tinggi di wilayah Cinangka.
Namun, jika terjadi megathrust berkekuatan 8,7 magnitudo, dampaknya bisa jauh lebih besar.
Gelombang tsunami bisa mencapai 5 hingga 7 meter dan menerjang sepanjang garis pantai Anyer hingga Cinangka,”terang Priyo
Pelatihan ini diikuti oleh berbagai profesi di lingkungan Hotel Mambruk, mulai dari petugas keamanan, office boy, cleaning service, hingga staf operasional lainnya.
Mereka diberikan materi dan simulasi langsung terkait langkah-langkah penyelamatan ketika terjadi gempa atau tsunami.
Kita latih bagaimana bertindak saat gempa terjadi, kemana arah evakuasi ketika peringatan tsunami datang, serta mengenali tanda-tanda awal bencana.
Semua peserta harus tahu apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri dan orang lain,”tutur Priyo.
Bahwa kegiatan ini tidak bertujuan menakut-nakuti masyarakat, melainkan meningkatkan kewaspadaan berbasis ilmu pengetahuan dan hasil kajian ilmiah,”ucap Priyo
Apa yang kami sampaikan bukan untuk menakut-nakuti. berdasarkan kajian ilmiah, potensi gempa bumi dan tsunami di wilayah ini memang nyata adanya.
Karena itu, masyarakat harus waspada dan siap siaga menghadapi kemungkinan terburuk.
Priyo juga mengimbau agar pelatihan seperti ini dapat diperluas ke sektor lain, terutama kawasan pesisir yang padat aktivitas wisata dan ekonomi. Dengan kesiapsiagaan yang kuat, diharapkan dampak bencana dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,”tutupnya
Reporter : Abdulrohim



Tinggalkan Balasan