Kota Bandung, inakor.id – Ratusan pelajar tingkat SD dan SMP se-Kota Bandung mengikuti kegiatan Study Tour ke Museum Kavaleri TNI AD. Yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, pada Selasa (30/09/2025).

Acara ini turut di hadiri oleh Walikota Bandung, H. Muhammad Farhan, dan Danpussenkav TNI AD, Mayjen TNI Eko Susetyo, M.M., M.Tr. (Han).

banner 336x280

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat daerah, antara lain Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud). Hadir pula Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus), para guru pendamping, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Danpussenkav TNI AD, Mayjen TNI Eko Susetyo, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Bandung atas kolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan edukatif ini.

“Kami sangat mendukung kegiatan study tour ini karena menjadi wahana penting dalam memperkenalkan sejarah dan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Museum bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga pusat pembelajaran dan pembentukan karakter anak bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mayjen Eko menekankan pentingnya memperkenalkan dunia militer, khususnya Kavaleri TNI AD, kepada pelajar agar mereka memiliki wawasan lebih luas tentang peran dan kontribusi TNI dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Saya berharap, melalui kunjungan ini, adik-adik pelajar dapat terinspirasi dan memiliki kebanggaan terhadap sejarah perjuangan bangsa. Serta termotivasi untuk berkontribusi positif di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Walikota Bandung H. Muhammad Farhan, dalam sambutannya mengapresiasi sinergi antara TNI dan Pemkot Bandung dalam menggelar kegiatan yang mengedepankan pendidikan karakter dan sejarah.

“Kota Bandung memiliki banyak destinasi edukatif yang layak di jadikan lokasi study tour. Museum Kavaleri ini salah satunya. Dengan pendekatan langsung seperti ini, pelajar tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga menyentuh langsung sejarah,” ungkap Farhan.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini merupakan salah satu bentuk penguatan pendidikan di luar kelas yang perlu terus di dorong.

“Study tour adalah bagian dari pembelajaran kontekstual. Anak-anak di ajak mengenal sejarah, budaya, dan nilai-nilai kebangsaan secara nyata. Ini penting agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berwawasan luas, cinta tanah air, dan memiliki semangat nasionalisme,” tegasnya.

Setelah sesi sambutan, acara di lanjutkan dengan tur keliling museum. Di mana para pelajar diajak melihat langsung berbagai koleksi kendaraan tempur, perlengkapan kavaleri, dan dokumentasi sejarah perjuangan TNI AD. Para pemandu dari pihak museum juga menjelaskan secara interaktif mengenai sejarah dan peran penting satuan Kavaleri dalam berbagai operasi militer di Indonesia.

Kegiatan ini di akhiri dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh peserta, pejabat, dan tamu undangan.

Museum ini merupakan salah satu pusat sejarah militer yang menyimpan koleksi berharga mengenai peran Kavaleri dalam sejarah pertahanan Indonesia. Terletak strategis di pusat Kota Bandung, museum ini terbuka untuk umum dan sering menjadi destinasi edukatif bagi pelajar dari berbagai daerah.***

Suryana.

banner 336x280