Kota Bandung, inakor.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pembauran Karakter Bela Negara (Kodiklat Bela Negara). Yang melibatkan para purna serta siswa-siswi terbaik dari berbagai sekolah di Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Santika, Jalan Peta, Kota Bandung, Rabu (16/07/2025).
Acara ini bertujuan membentuk karakter kebangsaan, memperkuat semangat bela negara, serta mendorong pembauran. Di kalangan generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini antara lain:
Kepala Badan Kesbangpol Jawa Barat Drs. Wahyu Wijaya, S.H., M.Si.,
Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat R. Roni Sukmaya Panji Kusuma, S.H., M.Si.,
Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi Jawa Barat Dr. Dra. Hj. Popong Otje Djundjunan,
Praktisi Pertahanan dan Bela Negara Ariansyah Syaputra, S.H.,
Kasubditbintibsos Ditbinmas Polda Jabar AKBP Sumi, M.SH.,
Kapten Arhanud Joko Januardi dari Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi.
Dalam sambutannya, Kepala Kesbangpol Jabar Drs. Wahyu Wijaya. Menegaskan pentingnya kegiatan bela negara bagi generasi muda sebagai upaya untuk memperkuat rasa cinta tanah air, kedisiplinan. Serta tanggung jawab sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen kebangsaan, membina karakter peserta didik. Dan mempererat persatuan dalam bingkai NKRI,” ujar Wahyu.
Sementara itu, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Jawa Barat, Hj. Popong Otje Djundjunan, menyampaikan bahwa pembauran antarkelompok masyarakat menjadi landasan penting dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman.
“Pembauran bukan hanya soal toleransi, tetapi tentang kolaborasi antarbudaya dan semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa Indonesia,” tegasnya.
Kasubditbintibsos Ditbinmas Polda Jabar, AKBP Sumi, juga menekankan urgensi pembinaan karakter sejak dini. Guna menangkal potensi disintegrasi bangsa serta bahaya radikalisme.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membekali diri dengan wawasan kebangsaan dan semangat bela negara. Demi masa depan Indonesia yang tangguh,” ujar AKBP Sumi.
Ia juga menyampaikan harapan agar peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Menularkan nilai-nilai kebangsaan dan bela negara kepada sesama.
Acara berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang mengikuti sesi diskusi, pelatihan, dan simulasi pembinaan karakter kebangsaan secara aktif. Kegiatan ini di tutup dengan penyerahan sertifikat partisipasi serta komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan kedaulatan NKRI.***
Suryana.



Tinggalkan Balasan