SUMEDANG, inakor.id – Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila, menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Yayasan Juru Kunci Sumedang (YJKS). Di Ruang Rapat Wakil Bupati, Kamis (12/6/2025). Pertemuan tersebut membahas upaya pelestarian budaya dan pengembangan wisata religi di Kabupaten Sumedang.
Ketua YJKS, R. Deni Sumawilaga, menjelaskan bahwa saat ini para juru kunci di Sumedang telah memiliki wadah resmi dalam bentuk yayasan. Menurutnya, keberadaan yayasan ini penting untuk menjaga kelestarian situs-situs budaya dan religi yang ada di Sumedang.
“Alhamdulillah, para juru kunci makam-makam keramat di Sumedang kini telah tergabung dalam satu wadah resmi. Yaitu Yayasan Juru Kunci Sumedang,” ujar Deni.
Ia menambahkan, di wilayah Sumedang terdapat 39 cagar budaya yang telah di tetapkan secara legal oleh pemerintah daerah. Dengan adanya YJKS, pihaknya ingin mengambil peran lebih aktif dalam mengembangkan potensi wisata religi. Khususnya yang selama ini belum di kelola secara optimal.
“Kami berharap wisata religi di Sumedang bisa lebih tertata dan mendapat perhatian lebih dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Fajar Aldila menyambut baik inisiatif YJKS dalam menjaga warisan budaya dan mendorong pengembangan wisata religi. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab penting dalam mendukung pelestarian adat dan budaya lokal.
“Kami sangat mengapresiasi peran YJKS. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung pelestarian budaya, baik melalui kebijakan, fasilitasi kegiatan, maupun bentuk dukungan lainnya kepada masyarakat,” kata Wabup.
Lebih lanjut, Fajar menyoroti pentingnya strategi social branding untuk meningkatkan daya tarik wisata religi di Sumedang. Menurutnya, promosi yang tepat dapat memperkuat citra destinasi religi dan memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisatawan.
“Sosial branding sangat krusial untuk memajukan wisata religi. Dengan promosi yang tepat, destinasi religi di Sumedang bisa lebih di kenal, meningkatkan jumlah kunjungan. Serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan silaturahmi ini di harapkan menjadi langkah awal sinergi antara pemerintah daerah dan YJKS dalam membangun pariwisata religi yang berkelanjutan. Berbasis budaya lokal, dan tetap menjaga nilai-nilai spiritual masyarakat.
Jika Anda ingin versi ini di sesuaikan untuk rubrik budaya, feature, atau di sisipkan kutipan tambahan dari tokoh lain, silakan beri tahu. Saya siap bantu sesuaikan.***
(Sulur)



Tinggalkan Balasan