Pangandaran, inakor.id – Sebuah video yang menampilkan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Pangandaran meminta bantuan untuk dijemput dari Taiwan sempat viral di media sosial. Dalam video yang diunggah melalui akun TikTok Nurfazri dan Facebook Ita Nur Formosha, seorang perempuan bernama Nursaadah tampak lemah dengan selang infus di tangan, meminta pertolongan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Buat Gubernur Pak Dedi Mulyadi, ini warga mu orang Jawa Barat Pangandaran, tolong jemput. Posisi sekarang di New Taipei,” ujar Nursaadah dalam video tersebut dengan suara pelan.
Dalam unggahan itu, Nursaadah mengaku menderita sakit saluran kandung kemih yang parah dan sedang dirawat di New Taipei Hospital City, Sancong, Taiwan. Ia juga menyebut sudah enam tahun bekerja di Taiwan dan merasa tak memiliki tenaga untuk pulang ke Indonesia.
Video tersebut pun mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dalam tanggapannya melalui video, Dedi mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) untuk membantu penanganan kasus tersebut.
“Semoga segera bisa kami menjemputnya dan mengembalikan ke Indonesia,” ujar Dedi Mulyadi.
Gubernur juga berpesan agar masyarakat Jawa Barat tidak berangkat bekerja ke luar negeri secara ilegal, karena jika terjadi masalah, penanganannya memerlukan waktu dan biaya besar.
“Ketika bermasalah, akhirnya pemerintah juga yang harus menangani, dan biayanya tidak sedikit,” tegasnya.
Namun, seiring berjalannya waktu, muncul klarifikasi terbaru dari Nursaadah yang menggunakan akun TikTok @ItaCantika3. Dalam videonya, ia menjelaskan bahwa kondisi kesehatannya kini sudah pulih dan kembali bekerja di rumah majikannya.
“Itu video TikTok saya waktu sakit bulan September, saya dirawat karena sakit lambung. Sekarang sudah sembuh,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang sempat khawatir akibat unggahan lamanya tersebut.
“Gak ada maksud bercanda. Waktu itu saya benar-benar panik, karena sendiri di rumah sakit,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pangandaran, Dedi Surachman, memastikan bahwa kondisi Ibu Nursaadah kini baik-baik saja dan tidak ada permasalahan yang sedang dihadapi.
“Kami langsung menindaklanjuti dengan melakukan penelusuran dan konfirmasi kepada yang bersangkutan serta keluarga di Pangandaran. Alhamdulillah, beliau saat ini sudah dalam kondisi sehat dan kembali bekerja,” ujar Dedi Surachman via pesan Whatsapp, Selasa (11/11/2025).
Ia menambahkan bahwa video yang sempat viral tersebut merupakan rekaman lama, diunggah sekitar dua bulan lalu saat Nursaadah masih menjalani perawatan di rumah sakit Taiwan.
Dedi juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial, terutama yang berkaitan dengan pekerja migran.
“Kami berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh unggahan yang belum tentu sesuai fakta. Jika ada informasi seperti ini, sebaiknya segera dikonfirmasi ke instansi terkait,” pungkasnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, Dinas Ketenagakerjaan Pangandaran menegaskan bahwa kasus PMI atas nama Nursaadah telah selesai dan tidak ada permasalahan lebih lanjut.**
(Agus Giantoro/ Agit Warganet)



Tinggalkan Balasan