KOTA BANDUNG, inako.id – Tokoh masyarakat Kecamatan Rancasari, Ujang Sutiana, menggagas pendirian satuan pendidikan baru di wilayahnya sebagai jawaban atas keluhan masyarakat terkait keterbatasan akses pendidikan dasar dan menengah. Hal itu di sampaikannya dalam jumpa pers yang di gelar Senin (8/7).
Menurut Ujang, banyak warga mengeluhkan sulitnya menyekolahkan anak akibat sistem zonasi. Banyak siswa tak tertampung di sekolah negeri karena terbentur jarak dan daya tampung, sementara sekolah swasta tidak terjangkau secara ekonomi.
“Berdasarkan aspirasi masyarakat yang kami terima, banyak warga RW menyampaikan keluhannya kepada ketua RW, lalu di bahas bersama forum RW. Kami kemudian berkonsultasi dengan Pak Lurah dan Pak Camat, alhamdulillah mereka sangat mendukung,” ujar Ujang.
Ia menyebutkan bahwa di wilayah RW 09 Kelurahan Darwati, Kecamatan Rancasari, terdapat lahan kosong milik Pemerintah Kota Bandung seluas 28.000 meter persegi yang saat ini masih berupa lahan sawah. Lokasi tersebut dinilai sangat strategis dan ideal untuk pembangunan sekolah baru.
“Lahan itu adalah aset milik Pemkot. Maka kami ajukan untuk di bangun SD, SMP, bahkan SMA atau SMK, agar masyarakat sekitar tidak lagi kesulitan mengakses pendidikan,” jelasnya.
Langkah konkret pun sudah mulai di tempuh. Ujang menyatakan telah mendapat dukungan dari Wakil Wali Kota Bandung dan di beri waktu dua hari untuk menyampaikan proposal resmi. Proposal tersebut akan di teruskan ke Dinas Pendidikan untuk di tindaklanjuti.
“Saya di beri waktu oleh Pak Wakil Wali Kota untuk menyerahkan proposal secara langsung, agar bisa segera di bawa ke Dinas Pendidikan. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal yang baik,” ucapnya optimis.
Ujang menegaskan, pembangunan fasilitas pendidikan ini bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak. Ia berharap Pemkot Bandung segera merespons secara konkret.
“Setiap tahun, saat penerimaan murid baru, masyarakat kebingungan karena tidak di terima di sekolah negeri terdekat. SD, SMP, dan terutama SMA sangat di butuhkan di wilayah kami,” ujarnya.
Informasi mengenai inisiatif ini pun telah sampai ke DPRD Kota Bandung, dan di harapkan dukungan legislatif bisa mempercepat realisasi pembangunan sekolah tersebut.
“Kami ingin pendidikan di wilayah kami merata dan mudah di jangkau, karena pendidikan adalah hak dasar setiap warga,” tutup Ujang.***



Tinggalkan Balasan