Cimahi, Inakor.id — Persoalan banjir dan infrastruktur kembali menjadi keluhan utama warga dalam dialog bersama Ketua Komisi IV DPRD Kota Cimahi, Hj. Ike Hikmawati, S.S., M.Pd. Kekhawatiran muncul setiap musim hujan, terutama terkait genangan di sejumlah titik dan kondisi trotoar yang rusak. Banyak orang tua mengaku waswas saat melepas anak mereka pergi ke sekolah, karena jalur pejalan kaki yang tidak aman.

Kecemasan warga bukan tanpa alasan. Pada 2021, sebuah insiden tragis terjadi ketika seorang siswa SMP hanyut akibat trotoar berlubang yang terseret arus deras. Kejadian tersebut meninggalkan trauma mendalam dan menjadi pengingat bahwa kualitas infrastruktur perkotaan sangat menentukan keselamatan warga.

banner 336x280

Menanggapi kondisi tersebut, Ike menegaskan bahwa perbaikan trotoar dan drainase harus menjadi prioritas dalam program pembangunan kota. Ia menyampaikan bahwa trotoar tidak boleh lagi menjadi ancaman bagi pejalan kaki.

“Yang pertama, trotoar harus aman, tidak boleh ada lagi lubang yang membahayakan. Yang kedua, kita sedang mengurai peta masalah banjir dari hulu sampai hilir,” jelasnya.

Menurut Ike, penanganan banjir memerlukan kerja bersama lintas wilayah. Tidak cukup hanya mengandalkan Pemkot Cimahi, tetapi juga butuh sinergi dengan aparat kecamatan serta wilayah perbatasan yang aliran airnya terhubung langsung dengan Cimahi.

Dengan komitmen tersebut, Ike berharap perbaikan infrastruktur dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran, sehingga keselamatan warga—khususnya anak sekolah—bisa lebih terjamin saat melintasi jalanan kota di musim hujan.

banner 336x280