Pangandaran, inakor.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan pelayanan di kawasan destinasi wisata, khususnya di wilayah pantai yang ramai dikunjungi wisatawan.
Kepala Bidang Tata Kelola Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Irna Kusmayanti, mengatakan salah satu langkah yang dilakukan adalah mengaktifkan kembali pos yang sebelumnya digunakan sebagai Pos PPKM saat masa pandemi COVID-19.
Menurut Irna, pos tersebut berada di kawasan Pos 4 Pantai Pangandaran dan selama ini hanya dimanfaatkan sebagai tempat penitipan alat pengukur gempa milik BMKG. Ke depan, pos tersebut akan difungsikan sebagai pos layanan kesehatan bagi wisatawan.
“Pos PPKM yang dulu digunakan saat masa pandemi akan kami efektifkan kembali menjadi pos layanan kesehatan yang berada di kawasan Pos 4,” kata Irna saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Kawasan laut di sekitar Pos 4 dinilai cukup rawan terjadinya kecelakaan laut karena sering muncul arus balik atau rip current yang berpotensi membahayakan wisatawan.
Dengan adanya pos layanan kesehatan di lokasi tersebut, wisatawan yang membutuhkan pertolongan medis dapat segera mendapatkan penanganan awal sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
“Nantinya petugas dari Dinas Kesehatan akan berjaga di sana sehingga jika ada wisatawan yang membutuhkan layanan kesehatan bisa langsung ditangani dengan cepat,” jelasnya.
Selain menyiapkan pos layanan kesehatan, pihaknya juga akan mengefektifkan akses jalan di kawasan Pos 5 yang selama ini dinilai kurang aman untuk dilalui kendaraan patroli dan kendaraan pertolongan.
Irna menuturkan, kondisi jalan yang terlalu menukik membuat kendaraan kesulitan saat naik maupun turun, sehingga perlu dilakukan penataan agar jalur tersebut lebih landai dan aman dilalui.
“Jalan di Pos 5 saat ini terlalu menukik sehingga kendaraan cukup berisiko saat melintas. Karena itu akan dibuat lebih landai agar akses mobil patroli maupun mobil pertolongan bisa lebih efektif,” ujarnya.
Dengan perbaikan akses tersebut, kendaraan patroli yang selama ini terkadang harus melintas melalui jalur pedestrian diharapkan tidak lagi menggunakan jalur tersebut.
Menurutnya, saat ini jalur patroli Balawista di satu sisi masih berfungsi dengan baik, sementara jalur di Pos 5 perlu dioptimalkan agar keduanya dapat digunakan secara maksimal untuk pelayanan keselamatan wisatawan.
“Jika dua akses ini sama-sama efektif, maka proses evakuasi atau penanganan jika terjadi kecelakaan laut bisa lebih cepat, termasuk saat harus membawa korban ke rumah sakit atau ke pos layanan kesehatan,” katanya.
Irna menambahkan, pos layanan kesehatan tersebut akan mulai beroperasi setelah pelaksanaan Salat Idulfitri hingga 29 hari setelahnya selama periode libur Lebaran.
Ke depan, pos tersebut juga direncanakan tetap dimanfaatkan setiap akhir pekan sebagai layanan kesehatan di kawasan destinasi wisata.
“Kalau pemanfaatannya berjalan optimal, bukan tidak mungkin pos tersebut bisa difungsikan seperti puskesmas pembantu di kawasan destinasi wisata. Tentu nanti tergantung pemanfaatannya oleh Dinas Kesehatan,” pungkasnya.**
(AW/ AG)



Tinggalkan Balasan