Pangandaran, inakor.id – Otang Tarlian, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten angkat bicara terkait kasus dugaan tiket wisata palsu di kawasan wisata Pangandaran.
Menurutnya, kasus tersebut harus menjadi perhatian serius dan menjadi warning bagi semua pihak.
“Kasus ini harus menjadi warning bagi para pihak yang mempunyai tanggungjawab. Salah satunya inspektorat dan lainnya,” kata Otang, Minggu (13/07/2025).
Otang menegaskan, bahwa pengelolaan tiket masuk objek wisata di Kabupaten Pangandaran harus diperbaiki ke depannya.
“Hal tersebut harus dilakukan jika Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran ingin semuanya tertata baik. Tentu, baik dari pendapatan maupun pelaksanaan. Jadi, bagaimana kita mau melaksanakan pembangunan yang besar kalau pendapatannya juga kecil,” tandasnya
Ia beralasan, karena pembangunan daerah ini bisa dijalankan salah satunya dari pendapatan yang bagus. Sedangkan di Kabupaten Pangandaran pendapatan yang utamanya dari Pariwisata.
“Saya mendesak bupati Pangandaran harus mengevaluasi secara internal dan menyeluruh terkait badan atau kelembagaan termasuk dengan petugasnya yang berkaitan dengan Pariwisata. Kami bersyukur, jika nanti ada respon baik dari kepolisian untuk membantu menangani kebocoran retribusi wisata ini,” tutur Otang
Lebih lanjut Otang mengatakan, Sekarang tinggal pemda menindaklanjuti dengan serius adanya dugaan kuat tiket palsu tersebut yang mungkin sebelumnya dilakukan secara masif. Kemudian melaporkan kepada pihak berwajib untuk diselidiki lebih lanjut.
“Kami tidak tahu, ditemukan atau tidak dugaan orang dalam tiket palsu. Tapi, setidaknya ada indikasi,” imbuhnya**
(Agit Warganet)



Tinggalkan Balasan