Seminar Pendidikan Nasional, “Tantangan Sistem Pendidikan Nasional di Tengah Kompetisi Global
Kota Bandung, INAKOR.id – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Atif Latifulhayat, SH., LL.M., Ph.D., menghadiri Seminar Nasional Pendidikan bertema “Tantangan Sistem Pendidikan Nasional di Tengah Kompetisi Global”. Pada Sabtu, 17 Mei 2025, bertempat di Gedung Auditorium Yayasan Asalaam, Jl. Sasakgantung No. 16, Kota Bandung.
Acara tersebut juga turut di hadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah. Di antaranya Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad Al’Aydrus, Wakil Wali Kota Bandung H. Erwin, SE., M.Pd., Ketua PW ISNU Jawa Barat Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si., CPCE., MCE., Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Ketua PC ICNU Kota Bandung Dr. Dery Jamaludin Basari, M.M.Pd., serta Ketua LPTNU Dr. Sayyid Rifqi Noval, M.H., dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Atif Latifulhayat, SH., LL.M., Ph.D., menyoroti pentingnya penguatan anggaran pendidikan nasional. Ia menegaskan bahwa pemerintah tengah berupaya meningkatkan alokasi anggaran guna menunjang kesejahteraan guru, terutama di daerah terpencil dan tertinggal. Selain itu, ia juga menekankan perlunya peningkatan fasilitas belajar serta pelatihan guru. Agar sejalan dengan kebutuhan zaman dan perkembangan teknologi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Atif Latifulhayat, SH., LL.M., Ph.D., juga menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat penting dalam memperkuat sistem pendidikan nasional. Ia menyatakan bahwa pendidikan Indonesia tidak boleh tertinggal dalam menghadapi kompetisi global yang kian ketat. “Kurikulum harus responsif terhadap perubahan zaman dan mampu mencetak lulusan yang adaptif dan kompeten,” ujarnya.
Selain itu, ia juga dalam paparannya mendorong agar pemerintah terus bersinergi dalam pengawasan dan legislasi kebijakan pendidikan. Ia juga menyoroti pentingnya pembentukan karakter pelajar sejak dini, sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan dan keberagaman.
Acara seminar ini juga menjadi forum diskusi strategis yang menghadirkan berbagai pandangan dan solusi dari para akademisi dan praktisi pendidikan. Ia menekankan pentingnya pendidikan berbasis riset dan inovasi. Menurut menyampaikan perlunya digitalisasi sistem pendidikan yang merata hingga ke pelosok negeri.
Seminar ini di tutup dengan komitmen bersama dari seluruh peserta untuk terus mendorong transformasi pendidikan Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu bersaing di kancah global.***
Suryana.



Tinggalkan Balasan