Pangandaran, inakor.id — Momentum hari ulang tahun ke-6 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega dimanfaatkan sebagai ajang refleksi bagi seluruh jajaran. Mantan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, menekankan pentingnya kekompakan dan semangat pengabdian dalam memajukan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Jeje menyampaikan bahwa perjalanan RSUD Pandega tidak lepas dari tantangan sejak awal pembangunan hingga penguatan sumber daya manusia.
“Modal utama rumah sakit ini sebetulnya hanya satu, yaitu kekompakan yang harus terus dibangun di keluarga besar Pandega,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan momen evaluasi diri bagi seluruh unsur, mulai dari manajemen, tenaga medis, hingga karyawan.
“Harus menjadi perenungan, apakah kita sudah bekerja dengan baik dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Jeje turut menyoroti pentingnya sikap terbuka terhadap kritik serta budaya autokritik di lingkungan internal rumah sakit.
Menurutnya, RSUD Pandega dibangun sebagai jawaban atas keterbatasan fasilitas kesehatan di Pangandaran pada masa awal pemerintahannya. Ia mengungkapkan, saat itu daerah masih minim rumah sakit, fasilitas puskesmas terbatas, serta jumlah tenaga medis yang belum memadai.
Dengan keterbatasan anggaran, pembangunan RSUD Pandega akhirnya dapat terealisasi dengan nilai investasi mencapai ratusan miliar rupiah, disertai pengadaan sarana, prasarana, dan alat kesehatan.
Selain pembangunan fisik, tantangan lain yang dihadapi adalah pemenuhan tenaga dokter spesialis. Untuk itu, pemerintah saat itu melakukan berbagai langkah, termasuk merekrut dokter dari luar daerah serta menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi seperti Universitas Padjadjaran guna menyiapkan putra daerah menjadi dokter spesialis.
Jeje juga mengenang momen krusial saat RSUD Pandega diresmikan pada masa pandemi COVID-19 tahun 2020. Ia bahkan sempat menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
“Saya sempat dirujuk ke Bandung, tapi saya memilih tetap dirawat di Pandega. Kalau bupati saja tidak percaya, bagaimana dengan masyarakat,” ungkapnya.
Keputusan tersebut, lanjut Jeje, diambil sebagai bentuk kepercayaan terhadap layanan RSUD Pandega sekaligus menjaga kepercayaan publik di tengah situasi krisis.
Ia berharap, ke depan RSUD Pandega terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Sukses terus RSUD Pandega, terus maju dan melesat,” pungkasnya.**
(Agit Warganet/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan