Pangandaran, inakor.id – Sejumlah pengunjung wisata Pantai Pangandaran dilaporkan sempat terpisah dari anggota keluarganya di kawasan parkir eks Pasar Wisata (PW), Pananjung, Pangandaran, Selasa (24/3/2026).
Berdasarkan data dari Pos Dinas Perhubungan eks Pasar Wisata (PW), tercatat ada empat laporan pengunjung yang kehilangan anggota rombongan sejak pagi hingga sore hari.
Sugeng, petugas dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran yang diperbantukan di Pos Dinas Perhubungan eks Pasar Wisata (PW), Pananjung, Pangandaran, menyampaikan bahwa mayoritas kasus merupakan pengunjung yang terpisah dari keluarga, termasuk satu anak yang sempat terlepas dari pengawasan orang tuanya.
“Dari jam 07.00 WIB sampai saat ini, ada empat laporan pengunjung yang terpisah dari keluarga. Di antaranya satu anak yang terpisah dari orang tuanya, kemudian ada juga rombongan dari Garut, serta beberapa orang dewasa yang terpisah,” ujar Sugeng, Selasa (24/3/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut diduga dipicu oleh sistem parkir terpusat yang kini diterapkan, di mana seluruh kendaraan pengunjung diarahkan ke area kantong parkir, kemudian dilanjutkan dengan layanan shuttle menuju kawasan pantai.
“Sekarang kendaraan diparkir di sentra parkir, lalu pengunjung diantar menggunakan shuttle gratis ke pantai. Karena jaraknya cukup jauh, potensi terpisah dari rombongan jadi lebih besar,” jelasnya.
Meski demikian, seluruh laporan kehilangan tersebut berhasil ditangani dengan baik. Petugas memastikan semua pengunjung yang terpisah telah ditemukan dan dipertemukan kembali dengan keluarganya.
“Alhamdulillah, dari empat laporan itu semuanya sudah ditemukan kembali,” tambahnya.
Sugeng juga mengimbau kepada seluruh wisatawan agar lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang membawa anak-anak maupun anggota keluarga lanjut usia.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengunjung untuk selalu mengawasi anggota keluarganya, jangan sampai terpisah. Karena area wisata Pangandaran cukup luas,” tegasnya.
Ia menambahkan, kasus yang terjadi tidak hanya melibatkan anak-anak, tetapi juga orang dewasa, terutama yang berusia di atas 50 tahun, sehingga pengawasan dari keluarga sangat diperlukan selama berada di lokasi wisata.**
(AW/ AG)



Tinggalkan Balasan