PALU, inakor.id – Sebanyak puluhan orang menjadi korban dari aksi dugaan penipuan dan penggelapan dilakukan oleh M. Dedy Asya’ari dengan modus berbeda-beda diantaranya berkedok investasi pakan udang dan vitamin. Senin (17/3/2025).
Puluhan orang tersebut,masing-masing menyerahkan uang bervariasi secara bertahap yakni Budi Rp 1.125.000.000, Tejo Rp 300.000.000
Muadin Rp80.000.000, H Agus. Rp62.000.000, Saeful Rp78.000.000,Hj Jamilah Rp500.000.000, Aden Rp 500.000.000,H Ujang Rp180.000.000, Asnidar Rp170.000.000,Warga Rp 124.500.000,Fawzi Rp135.000.000, jumlah totalnya Rp3.244.000.000.
Para korban terpedaya oleh penampilan M Dedy Asya’ari sebab kesehariannya dikenal sebagai pendakwah, imam masjid Palu Grand Mall, Qoriah dan sudah lama saling kenal di majelis-majelis agama atau pertemuan, sehingga dinilai tidak mungkin tega melakukan tipudaya kepada meraka.
Nyatanya M.Dedy Asya’ari melarikan diri dari kediamannya di kelurahan Lere, informasi kini menetap di Kalimantan Tengah.
Dari puluhan korban, baru Fawzi melapor ke kepolisian daerah Sulteng pada Sabtu (8/3/2025) pekan lalu.
Fawzi mengatakan, awalnya MDA minta bantuan kepadanya untuk melunasi sisa utang Rp80 000.000 dari rumah ditinggalinnya. Pelaku lalu meminta BPKB miliknya untuk digadaikan dengan pengambilan Rp100.000.000. Namun angsuran pengambilan penggadaian tidak dibayarkan, hingga dirinya mendapatkan pemberitahuan lelang.
“Mobil saya nilai jualnya ditaksir,” Rp135.000.000,”katanya.
Sementara korban lain Budi totalnya mengalami kerugian Rp1.125.000.000.
Awalnya kata Budi, M.Dedy Asya’ari (MDA) meminjam uang kepadanya dua tahap masing-masing Rp300 juta, totalnya Rp600 juta,pada waktu berbeda MDA kembali memprospeknya, kalau dia (MDA) punya tambak udang sekarang ada kerjasama dengan perusahaan di Sulawesi Selatan butuh dana investasi Rp500.25.000.000 untuk pakan dan vitamin udang, dengan janji bagi hasil Rp 113.000.000/40 hari.
“Semua diserahkan tanpa adanya hitam diatas putih, hanya ada bukti transfer,”kata Budi.
Dengan adanya laporan ke pihak kepolisian, para korban berharap ada tindakan aparat segera menangkap pelaku agar tidak ada korban-korban lainnya, ditempat keberadaan pelaku kini tinggal di Kalimantan (Jamal)



Tinggalkan Balasan