Pangandaran, inakor.id – Polres Pangandaran, jajaran Forkopimda, dan komunitas ojek online duduk bersama dalam doa khidmat, untuk mengenang driver ojek online almarhum Affan Kurniawan yang gugur dalam aksi unjuk rasa di Gedung DPR/ MPR RI, Kamis (28/8/2025).
Doa bersama yang dipimpin oleh para ulama dengan lantunan ayat suci dan shalawat. Tangis haru tampak dari sejumlah rekan sejawat almarhum yang hadir, merasakan kehilangan sekaligus kebersamaan dalam doa di Lantai 2, Mapolres Pangandaran, Wonoharjo.
Dalam kesempatan itu Bupati Pangandaran Ibu Citra Fitriyami, SH menyampaikan rasa belasungkawa mendalam.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pangandaran, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, diampuni dosa-dosanya, dan keluarga diberi kesabaran. Kami berharap di Kabupaten Pangandaran tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti di daerah lain. Mari kita jaga Pangandaran tetap damai, jangan mudah terprovokasi, karena pemerintah daerah bersama Polres Pangandaran selalu siap mendengar aspirasi masyarakat,” katanya, Sabtu (30/8/2025).
Senada dengan Bupati Pangandaran, Kapolres Pangandaran AKBP Dr. Andri Kurniawan mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak terpengaruh isu-isu yang dapat memecah belah.
“Kami keluarga besar Polres Pangandaran menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, menjaga suasana kondusif, serta menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik dan sesuai aturan. Polres Pangandaran selalu terbuka untuk berdialog dan menerima masukan dari masyarakat,” ujarnya
Sebagai wujud kepedulian, Forkopimda Kabupaten Pangandaran secara bersama-sama menyerahkan tali asih kepada perwakilan driver ojek online. Setelah itu, acara ditutup dengan foto bersama dan pembagian sembako bagi para driver yang hadir.
Sementara itu, Himpunan Driver Priangan Timur (HIDRA) turut menyampaikan pernyataan sikap atas wafatnya Affan Kurniawan. Mereka mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian dalam pengamanan aksi di Jakarta, serta menuntut pengusutan tuntas dan transparan agar pelaku segera diadili.
“Kami menuntut keadilan untuk almarhum. Tragedi ini tidak boleh berlalu begitu saja. Negara harus hadir, hukum harus ditegakkan,” tegas Rifki ST, perwakilan driver yang tergabung dalam BLDC Pangandaran.
Acara doa bersama ini tidak hanya menjadi ungkapan duka, tetapi juga simbol persatuan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan komunitas driver di Pangandaran. Semua berharap, tragedi serupa tidak akan pernah terjadi lagi, dan Pangandaran tetap terjaga sebagai daerah yang damai, aman, serta penuh persaudaraan.**
(Agit Warganet)



Tinggalkan Balasan