Bandung, inakor.id – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti halaman Pesantren Persatuan Islam (Persis) 1 Bandung. Di Jalan Pajagalan No.14–16, saat sebanyak 139 santri kelas 12 Muallimin resmi di lepas kembali kepada orang tua mereka dalam acara pelepasan tahunan yang di gelar pada Senin (30/6).

Dalam jumpa pers usai acara, Ketua Kesiswaan Pesantren Persis 1 Bandung, Dr. Asep Abdul Aziz, M.Pd., menyampaikan bahwa pelepasan santri merupakan momen penting sebagai bentuk penyerahan kembali amanah dari para orang tua. Yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka selama tiga tahun di pesantren.

banner 336x280

“Dulu orang tua menitipkan anak-anaknya kepada kami, sekarang kami serahkan kembali. Selama tiga tahun, kami tidak hanya mendidik secara akademik, tapi juga membina karakter, leadership, entrepreneurship, dan terutama ilmu agama. Hari ini, kami melepas mereka dengan bangga,” ujar Dr. Asep.

Menurut Dr. Asep, dari 139 santri yang lulus, sebanyak 43 di antaranya telah di nyatakan di terima di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta. Sementara sebagian lainnya masih menunggu hasil seleksi. Ia menambahkan, pada tahun sebelumnya, sekitar 80 persen lulusan pesantren ini berhasil melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri.

“Artinya, semangat belajar para santri tidak berhenti di tingkat Muallimin. Mereka lanjut hingga ke perguruan tinggi. Bahkan ada alumni kami yang menjadi tenaga ahli wakil menteri pendidikan dasar dan menengah,” katanya dengan penuh rasa bangga.

Dr. Asep juga mengungkapkan bahwa Pesantren Persis 1 Bandung. Sebagai pesantren tertua di lingkungan Persatuan Islam telah menjadi tujuan utama pendidikan bagi santri dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Bekasi, Tangerang, Jakarta, hingga Flores dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mengenai penerimaan santri baru, Dr. Asep menegaskan bahwa pihaknya tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin menuntut ilmu agama di pesantren tersebut.

“Selama memenuhi persyaratan umum seperti ijazah, surat kelakuan baik, dan minimal bisa membaca Al-Qur’an serta hafal Juz 30, insya Allah kami terima. Karena bagi kami, siapa pun yang ingin belajar di sini adalah bagian dari perjuangan dakwah,” ucapnya.

Dr. Asep juga menekankan keunggulan kurikulum pesantren yang mengintegrasikan ilmu agama secara mendalam di bandingkan sekolah umum. Dengan jumlah mata pelajaran agama yang jauh lebih banyak, termasuk kegiatan ekstrakurikuler seperti memanah, futsal, pelatihan, hingga seminar kebudayaan dan sejarah.

Acara pelepasan tahun ini turut di hadiri oleh Wakil Wali Kota Bandung yang memberikan sambutan. Serta para tokoh masyarakat setempat seperti camat, lurah, RT, dan RW dari Kecamatan Astana Anyar.

Sebagai penutup, Dr. Asep menyampaikan harapannya kepada para lulusan agar terus menjunjung tinggi almamater. Dan kembali mengabdi ke pesantren sebagai bentuk cinta dan kontribusi nyata.

“Kami ingin mereka kembali ke sini, karena pesantren ini di bangun dari, oleh, dan untuk santri serta orang tua. Kami hanya mendidik, mewadahi, dan memberikan keteladanan. Maka kami berharap, lulusan kami tetap membawa nama baik pesantren dan membangun peradaban yang lebih baik,” pungkasnya.***

Wawat S.

 

banner 336x280