Sumedang.inakor.id- PESANTREN Kilat Ramadan Masjid Agung Sumedang selama sepekan yang diikuti 1.657 peserta ditutup Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila, Minggu (8/3/2026).
Wabup Fajar menyampaikan pesantren kilat merupakan sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai ketakwaan bagi generasi muda. “Pesantren kilat seperti ini bukan sekadar mengisi waktu di bulan Ramadan, tetapi menjadi sarana memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan,” ujarnya.
Ia merasa bangga melihat antusiasme seribu lebih peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, hal ini menjadi harapan besar bagi masa depan generasi muda Sumedang. Wabup Fajar juga mengingatkan kepada para peserta tentang pentingnya menjaga adab dan etika, terutama di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat.
Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kedewasaan dalam bersikap agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi generasi muda. “Teknologi boleh semakin maju, tetapi nilai-nilai kesantunan dan akhlak mulia tidak boleh ikut hilang. Gunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat dan jangan sampai jari kita di dunia digital lebih cepat daripada akhlak kita dalam berpikir,” tuturnya.
Fajar juga menyampaikan apresiasi kepada para pembimbing, panitia, serta seluruh pihak yang telah mendampingi para peserta selama kegiatan berlangsung. “Saya harap nilai-nilai yang diperoleh para peserta selama mengikuti pesantren kilat dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu melahirkan generasi muda Sumedang yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat,”katanya.



Tinggalkan Balasan