Jakarta, inakor.id – Eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran kembali memicu kekhawatiran global. Situasi tersebut dinilai berpotensi memperluas konflik kawasan serta memperburuk penderitaan warga sipil.

Aktivis hak asasi manusia (HAM) internasional asal Indonesia, Wilson Lalengke, menyampaikan pernyataan tegas terkait perang yang tengah berlangsung. Ia menilai konflik tersebut merupakan ancaman serius bagi kemanusiaan dan stabilitas dunia.

banner 336x280

“Saya mengecam keras eskalasi perang yang terjadi saat ini. Setiap bom yang dijatuhkan bukan hanya menghancurkan bangunan, tetapi juga merenggut masa depan anak-anak dan keluarga yang tak berdosa. Dunia tidak boleh menormalisasi kekerasan sebagai instrumen politik,” tegas Wilson, Senin (2/3/2026).

Ia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar tidak bersikap pasif menghadapi konflik berskala internasional tersebut.

“PBB harus segera bertindak, bukan sekadar mengeluarkan pernyataan diplomatik. Diperlukan langkah nyata dan terukur untuk menghentikan agresi, menekan semua pihak yang terlibat agar menahan diri, serta membuka ruang dialog yang adil dan setara. Jika dunia internasional gagal bertindak sekarang, kita sedang mewariskan bara konflik yang lebih besar bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Wilson menegaskan bahwa perang bukanlah solusi atas perbedaan kepentingan geopolitik.

“Tidak ada kemenangan sejati dalam perang. Yang ada hanyalah daftar korban yang terus bertambah. Perdamaian bukan pilihan yang lemah, tetapi keputusan berani yang mencerminkan kematangan moral sebuah bangsa,” katanya.

Ia juga menyinggung tanggung jawab negara-negara besar untuk tidak menjadikan kawasan Timur Tengah sebagai arena pertarungan kepentingan.

“Rakyat sipil tidak boleh dijadikan korban ambisi politik dan dominasi kekuasaan. Hukum internasional harus ditegakkan tanpa standar ganda. Keadilan tidak boleh berpihak, karena ketika keadilan dipilih-pilih, maka konflik akan terus berulang,” tambahnya.

Mengacu pada prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, Wilson mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil peran moral di forum internasional.

“Indonesia, sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila, memiliki legitimasi moral untuk menyerukan penghentian perang. Kita harus berdiri di barisan kemanusiaan, mendorong gencatan senjata segera, dan memfasilitasi dialog damai. Diam dalam situasi seperti ini sama saja dengan membiarkan penderitaan berlangsung,” pungkasnya.**

 

(AW/ AG)

banner 336x280