Pangandaran, inakor.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Pangandaran melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah menggelar kegiatan doa bersama sekaligus penyerahan jamaah haji tahun 2025 kepada Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Pangandaran, pada Senin, di Aula Hotel Laut Biru, Pantai Barat, Pangandaran, Senin (28/07/2025).
Acara tersebut sekaligus melantik pengurus baru IPHI Kabupaten Pangandaran serta sosialisasi zakat kepada para jamaah.
Dihadiri langsung oleh Bupati Pangandaran Hj. Citra Pitriyami SH, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pangandaran, para pengurus IPHI, serta ratusan jamaah haji yang telah menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 2025.
Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas kepulangan jamaah haji Kabupaten Pangandaran yang telah menyelesaikan rukun Islam kelima dalam keadaan sehat, selamat, dan penuh keberkahan. Dalam suasana haru dan religius, para hadirin mengikuti pembacaan doa yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami melalui Kabag Kesra Setda Pangandaran, Usep Ependi mengucapkan selamat datang kepada seluruh jamaah haji yang telah kembali dari Tanah Suci.
“Apresiasi atas kekompakan dan ketaatan para jamaah selama menjalankan ibadah, serta mendorong mereka untuk menjadi panutan di tengah masyarakat. Menjadi haji mabrur bukan hanya soal ibadah di Mekah dan Madinah, tapi bagaimana sepulang dari haji, kita bisa membawa nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari, menjadi pribadi yang lebih baik, peduli, dan berkontribusi dalam pembangunan sosial dan spiritual di lingkungan kita,” ujarnya kepada sejumlah wartawan
Ia menambahkan, juga dilaksanakan penyerahan simbolis para jamaah haji oleh Pemerintah Daerah kepada IPHI Kabupaten Pangandaran. Penyerahan ini merupakan bagian dari pembinaan lanjutan terhadap para haji, agar nilai-nilai haji dapat terus ditanamkan dan diamalkan.
“Ketua IPHI Kabupaten Pangandaran yang baru dilantik menyampaikan komitmennya untuk menjadikan IPHI sebagai wadah pembinaan spiritual dan sosial bagi para alumni haji, serta menjalin sinergi dengan pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan BAZNAS,” imbuh Usep
Pelantikan pengurus IPHI Kabupaten Pangandaran masa bakti 2025–2030 dilakukan langsung oleh Ketua IPHI Provinsi Jawa Barat, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Usep menekankan pentingnya IPHI sebagai organisasi yang menjaga kesinambungan ibadah haji dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi zakat oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Pangandaran. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman lebih dalam kepada para jamaah haji dan masyarakat umum tentang pentingnya zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan.
Kepala Kemenag Pangandaran melalui Kasi Penyelenggaran Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran H. Hilman Saepullah, M.Ag mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Pemda, IPHI, dan BAZNAS.
Ia mengatakan, kolaborasi semacam ini penting dalam membina umat secara berkelanjutan, khususnya dalam konteks pasca-haji.
“Kami mendorong agar IPHI tidak hanya menjadi organisasi seremonial, tetapi benar-benar aktif membina jamaah, menghidupkan kajian-kajian keagamaan, serta memberikan kontribusi nyata di masyarakat,” katanya
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah islamiyah dan semangat pengabdian setelah menjalankan ibadah haji.
Dengan kegiatan ini, Kemenag Pangandaran berharap jamaah haji tidak hanya kembali sebagai individu yang lebih religius, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang membawa nilai-nilai kebaikan ke tengah-tengah masyarakat.
Menjelang akhir acara, kegiatan dilengkapi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Ustaz KH. Harun Al-Azis, seorang tokoh agama terkemuka di Kabupaten Pangandaran. Dalam tausiah yang disampaikan dengan penuh keteduhan, Ustaz Harun mengingatkan pentingnya menjaga kemabruran haji melalui amal ibadah dan pengabdian sosial di lingkungan masing-masing.
Ia menjelaskan bahwa kemabruran haji bukan diukur dari gelar semata, tetapi dari perubahan sikap dan perilaku sepulang dari Tanah Suci.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa jamaah haji memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi panutan di tengah masyarakat, baik dalam hal spiritualitas, integritas, maupun kontribusi sosial.
Acara ditutup dengan makan bersama dan ramah tamah antara para jamaah, pejabat daerah, serta pengurus IPHI.**
(Agit Warganet)



Tinggalkan Balasan