TANGERANG – inakor.id – Balai besar wilayah sungai cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) telah mengeluarkan anggaran sebesar 195 juta untuk pembangunan program percepatan peningkatan tata guna air dan irigasi (P3-TGAI) Di Desa kresek tepatnya di kampung Bayur Nambo, Tapi sangat disayangkan proyek tersebut diduga asal jadi dan minimnya pengawasan dari pihak dinas terkait
Saat Kabidkam DPP perkumpulan Trisula bakti Nusantara menelusuri lokasi proyek P3A Banyu Aji Kresek dan menanyakan lebar pemasangan batu kepada yang pekerjaannya. Senin 2 September 2024
Lalu pekerja pun menjawab dengan kompak, untuk lebar bawah 40cm dan atas 30cm ujar para pekerja proyek P3A Banyu Aji Kresek tersebut dengan kompak semua.
Lalu Samsul yang biasa d sapa cimeng penasaran, dan mengukur langsung dan ternyata bawah cuma 20cm , menurut Samsul ini akibat kurangnya pengawasan dari pihak-pihak terkait sehingga terkesan asal jadi supaya cepat selesai.
Masih menurut samsul sebagai Waka sekjen LSM INAKOR DPD KABUPATEN Tangerang-banten, para pekerja tidak mengutamakan mutu dan kualitas dan terlihat jelas batu kali yang dipasang,
Ini sudah jelas bahwa proyek P3A Banyu Aji Kresek bukan mengutamakan mutu dan kualitas tapi mencari keuntungan lebih besar, bisa dilihat sendiri tidak harus dijelaskan ini harus di bongkar, ujar samsul
Sampai berita ini diterbitkan tidak ada yang bisa dihubungi baik dari ketua P3A Banyu Aji Kresek ataupun dari pengawas dan pihak terkait
Samsul/red



Tinggalkan Balasan