Pangandaran, inakor.id – Dikutip dari WeBlog https://www.cintapangandaran.com/, Kemenangan pasangan Citra-Ino dalam perebutan kekuasaan di parlemen Pangandaran semakin memperkuat dominasi politik PDIP. Tidak hanya sebagai hasil kompromi politik, kemenangan ini menunjukkan superioritas PDIP yang berhasil memecah koalisi Hudang dan menarik PKB serta Golkar ke dalam orbit koalisi mereka. Ini adalah bukti kekuatan manuver politik yang mampu mengokohkan pengaruh PDIP di DPRD Pangandaran.

Awalnya, koalisi Hudang, yang dipimpin oleh Gerindra, diperkirakan akan menjadi kekuatan utama di parlemen. Namun, koalisi ini justru terlempar dari perebutan posisi strategis dalam Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Meskipun memiliki jumlah kursi yang sama dengan PKB dan Golkar, Gerindra gagal meraih posisi penting seperti Ketua atau Wakil Ketua Komisi. Hal ini menunjukkan ketidaksolidan koalisi Hudang, terutama ketika PKB dan Golkar, yang diharapkan menjadi bagian dari koalisi tersebut, tertarik ke dalam koalisi Citra-Ino yang dipimpin oleh PDIP. Kegagalan ini menjadi pukulan bagi Gerindra dan Ujang Endin, calon Bupati Pangandaran, yang tidak mampu memperkuat basis politik partainya di parlemen.

banner 336x280

Namun, kemenangan PDIP melalui pasangan Citra-Ino tidak hanya mencerminkan superioritas partai tersebut, tetapi juga menunjukkan niat baik untuk membuka diri kepada partai-partai lain dalam pembangunan Pangandaran. Terbukanya komunikasi dengan PKB dan Golkar menjadi bukti bahwa PDIP dan pasangan Citra-Ino ingin membangun Pangandaran yang berkelanjutan secara bersama-sama, bukan secara eksklusif hanya untuk PDIP dan PAN sebagai mitra koalisi. Sikap inklusif ini memberikan angin segar bagi masa depan Pangandaran, di mana partai-partai di luar koalisi inti dapat berperan serta dalam mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif dan partisipatif.

Spekulasi mengenai adanya kesepakatan politik di balik layar semakin menguat, terutama terkait dengan jabatan-jabatan strategis seperti Ketua Komisi yang diberikan kepada PKB dan Golkar. Ini bisa jadi merupakan imbalan atas dukungan mereka terhadap pasangan Citra-Ino dan dominasi PDIP di parlemen. Dalam politik lokal, transaksi semacam ini sering terjadi sebagai upaya menjaga keseimbangan kekuasaan dan memastikan dukungan bagi keberlangsungan pembangunan daerah.

Keberhasilan PDIP dalam menarik PKB dan Golkar ke dalam koalisi mereka tidak hanya memperkuat dominasi mereka di parlemen, tetapi juga memberikan keunggulan bagi pasangan Citra-Ino dalam perebutan posisi bupati dan calon bupati Kabupaten Pangandaran. Dengan fondasi politik yang semakin kokoh, pembangunan Pangandaran di lima tahun mendatang diprediksi akan berjalan lebih cepat dan efektif. Di sisi lain, ketidakmampuan Gerindra untuk mengamankan posisi penting di AKD menunjukkan bahwa koalisi Hudang, yang sebelumnya diproyeksikan sebagai kekuatan penyeimbang, kini semakin terpecah dan kehilangan pengaruh politiknya.

Secara keseluruhan, kemenangan pasangan Citra-Ino di parlemen tidak hanya memperlihatkan kekuatan manuver politik PDIP, tetapi juga menunjukkan keterbukaan mereka terhadap kerja sama lintas partai. Langkah ini membawa harapan baru bahwa pembangunan Pangandaran di masa depan akan lebih solid dan inklusif, melibatkan berbagai pihak dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanuaan program pembangunan. Dominasi PDIP di DPRD Pangandaran kini menjadi fondasi kuat bagi kemajuan daerah ini di masa yang akan datang.

Ketua DPC Kabupaten Pangandaran Otang Tarlian Tanggapi Hal Tersebut

Ketua DPC PKB Kabupaten Pangandaran Otang Tarlian mengatakan, dirinya perlu menanggapi tulisan tersebut, terkait Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

“Saya perlu luruskan loby-loby pembentukan AKD tidak terkait dengan cawe-cawe pilkada. PKB murni bernegosiasi hal itu tentang bagaimana mendapaktakn posisi strategis untuk anggota fraksi kami, demi memaksimalkan peran dan fungsi sebagai Legislator,” katanya via WA, Selasa (15/10/2024).

Otang menjelaskan, soal Pilkada, partai-partai telah jelas mengambil sikap dan punya dukungan masing-masing.

“Kami tetap di pasangan Hudang dan kami pun berikhtiar untung menjadi pemenang,” paparnya

Kalau isu dirinya kembali lagi bagaimana? PDI Perjuangan yang kecolongan oleh PKB dan GOLKAR itu bisa saja.

“Kami jelas dan tegas bahwa PKB pengusung Hudang dan serius untuk memenangkan Paslon yang kami usung, untuk menang dalam Kontestasi Pilkada Pangandaran 2024,” pungkas Otang (*)

banner 336x280