Cilegon,Inakor.id — Aktivitas arus mudik di Pelabuhan Merak mulai menunjukkan peningkatan pada Minggu dini hari (15/03/2026) sekitar pukul 00.37 WIB. Di tengah lalu-lalang kendaraan yang bersiap menyeberang menuju Sumatera, Dudy Purwagandhi turun langsung meninjau kesiapan layanan penyeberangan.

Dalam peninjauan tersebut, Menhub didampingi Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki serta Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo. Mereka memantau langsung kondisi dermaga, pengaturan kendaraan, hingga kesiapan armada kapal yang melayani lintasan Jawa–Sumatera.

banner 336x280

Selain memeriksa fasilitas pelabuhan, Menhub juga menyempatkan diri menyapa para pemudik yang tengah menunggu giliran naik kapal. Ia mengingatkan masyarakat agar mempersiapkan perjalanan dengan matang agar arus mudik tetap aman dan lancar.

“Perjalanan harus direncanakan dengan baik. Ikuti informasi resmi dan patuhi arahan petugas di lapangan. Yang tidak kalah penting, jaga kesehatan selama perjalanan,” ujar Dudy kepada para pemudik.

Menurutnya, perjalanan jarak jauh membutuhkan kondisi fisik yang prima. Para pengendara diimbau tidak memaksakan diri jika merasa lelah dan dianjurkan beristirahat secara berkala di rest area atau tempat aman lainnya.

Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menyampaikan bahwa arus kendaraan dari Merak menuju Sumatera masih terpantau lancar meski jumlah kendaraan mulai meningkat menjelang Lebaran.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, tingkat keterisian kapal saat ini baru mencapai sekitar 60 hingga 65 persen. Artinya, masih tersedia ruang sekitar 35 persen dari kapasitas kapal yang beroperasi. Dengan kondisi tersebut, diperkirakan masih ada ruang bagi sekitar 700 hingga 800 kendaraan dalam setiap keberangkatan kapal.

Pihak kepolisian bersama pengelola pelabuhan juga telah menyiapkan skema pengaturan kendaraan apabila terjadi lonjakan volume. Jika jumlah kendaraan yang datang melebihi 500 unit, kendaraan tidak langsung diarahkan menuju Jalan Lingkar Selatan (JLS), melainkan ditempatkan terlebih dahulu di area penyangga atau buffer zone sebelum masuk pelabuhan.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah kemacetan di jalur menuju pelabuhan sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar kawasan Merak.

Pada hari biasa, jumlah kendaraan yang menyeberang dari Merak berkisar antara 5.000 hingga 10.000 unit per hari. Namun menjelang musim mudik Lebaran, terutama mulai H-7 hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri, jumlah kendaraan dapat meningkat drastis hingga ratusan ribu unit.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, sejumlah kantong parkir atau buffer zone telah disiapkan dengan kapasitas tampung sekitar 2.000 kendaraan. Area ini berfungsi sebagai tempat penampungan sementara kendaraan sebelum diarahkan masuk ke area dermaga.

“Saya tegaskan kepada rekan-rekan Media bahwa bedakan hari biasa dengan menjelang hari raya, dan bedakan kemacetan dan juga pengalihan pada titik-titik buffer zone atau menampung sementara kendaraan sebelum diarahkan masuk ke dermaga,” ucap Kapolda.

Hingga saat ini, fasilitas tersebut bahkan belum sepenuhnya digunakan karena arus kendaraan masih terpantau terkendali. Secara umum, situasi pengamanan arus mudik di kawasan Pelabuhan Merak dilaporkan aman dan kondusif.

Arus penyeberangan dari ujung Pulau Jawa melalui pelabuhan lain seperti Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya menuju Lampung juga berjalan lancar tanpa kemacetan berarti.

Petugas memprediksi volume kendaraan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi sekitar H-3 sebelum Idul Fitri, namun berbagai kesiapan armada, pengamanan, serta koordinasi lintas instansi telah disiapkan untuk memastikan layanan penyeberangan tetap aman, tertib, dan lancar.

(Rohim)

banner 336x280