CILEGON, – Inakor.id – Lonjakan arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan ASDP Merak mencatat angka signifikan.

 

banner 336x280

Direktur Utama ASDP Heru Widodo ,”mengatakan jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang ke Sumatera mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.

 

 

Terjadi kenaikan sekitar 6,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Heru dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026) malam.

 

 

Imemaparkan, pada H-2 Lebaran atau 19 Maret, jumlah kendaraan yang telah diseberangkan mencapai 41.739 unit. Angka ini melonjak 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kendaraan tersebut terdiri dari roda dua, roda empat, truk, bus, dan lainnya,” jelasnya.

 

 

Sementara itu, secara kumulatif sejak H-10 hingga H-2, jumlah penumpang yang telah menyeberang mencapai 774.165 orang atau naik 4,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun total kendaraan mencapai 205.965 unit, meningkat 9,9 persen.

 

 

Tak hanya itu, data reservasi pada 19 Maret hingga pukul 20.00 WIB tercatat sekitar 19.000 kendaraan, dengan 18.900 di antaranya telah melakukan boarding.

“Artinya, hampir seluruh kendaraan yang reservasi sudah terlayani. Tinggal sekitar 100 kendaraan yang masih dalam antrean untuk diberangkatkan,” kata Heru.

 

 

Strategi Antisipasi Kepadatan

Menghadapi lonjakan pemudik, PT ASDP Indonesia Ferry menerapkan berbagai strategi, termasuk optimalisasi operasional dermaga dan kapal. Pada puncak arus mudik sebelumnya, ASDP bahkan mengoperasikan hingga 20 kapal secara bersamaan di empat dermaga.

 

 

“Dengan pola tersebut, lebih dari 25 ribu kendaraan bisa diseberangkan tanpa terasa kepadatan,” ungkapnya.

Selain itu, sistem tiket tunggal (single ticketing) masih diberlakukan hingga 25 Maret 2026 guna mengatur arus kendaraan dan penumpang.

 

 

Untuk arus balik, ASDP juga menyiapkan skema serupa, termasuk rekayasa operasional jika terjadi kepadatan di Pelabuhan Bakauheni.

 

 

Sempat Tersendat, Kini Kembali Lancar Heru juga menyinggung sempat terjadinya hambatan arus kendaraan akibat antrean pengisian bahan bakar yang mengganggu jalur lalu lintas.

“Namun kondisi tersebut cepat diatasi dan saat ini arus sudah kembali normal tanpa kepadatan berarti,” tegasnya.

 

 

Terkait adanya kapal swasta yang mengalami keterlambatan sandar, pihak ASDP mengaku masih melakukan evaluasi bersama otoritas pelabuhan.

Puncak Mudik Sudah Lewat

Meski terjadi lonjakan signifikan, Heru memastikan bahwa puncak arus mudik di Pelabuhan Merak telah terlewati.

 

 

“Kita bisa katakan puncak arus mudik sudah selesai. Namun kami tetap siaga penuh untuk melayani masyarakat yang masih akan menyeberang, terutama menjelang Lebaran yang jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” tutupnya.

 

 

ASDP pun mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan reservasi tiket secara online dan mematuhi jadwal keberangkatan guna menghindari antrean panjang di pelabuhan.

 

(Rohim)

banner 336x280