PALU inakor.id – Koordinator Koalisi Rakyat Anti Korupsi (KRAK) Sulawesi Tengah, Harsono Bareki, melaporkan dugaan tindak pidana terkait pembangunan perkebunan kelapa sawit oleh beberapa perusahaan besar di Sulawesi Tengah. Laporan tersbut menyoroti aktivitas ilegal dan potensi kerugian negara disebabkan oleh tiga perusahaan besar, yaitu PT. Sonokeling Buana, PT. Total Energi Nusantara, dan PT. Citra Mulya Perkasa.

Koordinator KRAK Sulteng Harsono Bareki menuturkan, PT Sonokeling Buana diduga melakukan aktivitas di kawasan hutan tanpa izin dari Menteri Kehutanan, yang merupakan pelanggaran serius terhadap regulasi pengelolaan hutan. Selain itu, terdapat dugaan penyalahgunaan dana revitalisasi perkebunan yang menyebabkan kerugian negara hingga miliaran rupiah. PT. Sonokeling Buana juga dilaporkan menggunakan dokumen perizinan lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan berlaku.

banner 336x280

Selanjutnya kata Harsono, PT Total Energi Nusantara dituduh terlibat dalam persekongkolan dan permufakatan jahat dalam penerbitan izin lokasi dan izin usaha perkebunan kelapa sawit. Selain itu, PT. Total Energi Nusantara diduga melaksanakan pembangunan perkebunan tanpa Hak Guna Usaha (HGU), serta membangun pabrik kelapa sawit tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan analisis dampak lingkungan memadai.

Lalu kata Harsono, PT Citra Mulya Perkasa,
serupa dengan PT. Total Energi Nusantara, PT. Citra Mulya Perkasa juga diduga terlibat dalam persekongkolan dan permufakatan jahat terkait penerbitan izin lokasi dan izin usaha perkebunan sawit. Perusahaan ini juga dituduh melaksanakan pembangunan tanpa HGU.

Selain masalah perkebunan, KRAK Sulteng juga melaporkan dugaan pelanggaran dalam proyek pembangunan jalan nasional dilaksanakan oleh PT. Akas di Kabupaten Tolitoli.

Dalam laporan tersebut, KRAK Sulteng meminta Kejaksaan Tinggi untuk melakukan audit investigasi terhadap legalitas penggalian material digunakan dalam proyek tersebut.

“Ada dugaan bahwa material yang digunakan tidak sesuai dengan standar Bina Marga, serta ketidaksesuaian antara rancangan campuran material yang disetujui dan yang diaplikasikan dalam proyek,”katanya.

Harsono Bareki mendesak Kajati Sulawesi Tengah untuk segera melakukan audit investigasi terhadap tiga perusahaan perkebunan sawit tersebut dan proyek jalan nasional di Tolitoli.

Jika dugaan ini terbukti, maka dampaknya tidak hanya akan merugikan keuangan negara, tetapi juga dapat memperburuk kerusakan lingkungan di Sulawesi Tengah. KRAK Sulteng berharap tindakan hukum segera diambil untuk menegakkan aturan dan menindak perusahaan yang terlibat dalam praktik ilegal tersebut. (Jamal)

banner 336x280